-->
  • Jelajahi

    Copyright © Markibong - Media Investigasi - Indonesian News & NewsFeed
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Wagub Maluku Bantah Menerima Aliran Dana Korupsi PUPR

    VICTOR S
    Kamis, 19 Desember 2019, 1:26:00 AM WIB
    Barnabas Orno saat diwawancarai di Gedung KPK, kamis (19/12/2019)
    Jakarta- Terkait dari pengembangan kasus pemberian suap diproyek kementerian PUPR,Wakil Gubernur Maluku Barnabas Natanael Orno dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut, untuk menelusuri/mengetahui  pihak-pihak yang menerima aliran duit dari tersangka Hong Arta John Alfred.

    “Saya diminta sebagai saksi, cuma dibilang (ditanya, red) kenal Alfred dan lain-lain,”  kata Barnabas.

    Usai diperiksa Barnabas membantah menerima aliran duit dari Hong Arta.
    "Tadi tanya soal uang, saya bilang tidak ada (penerimaan uang, red)", pungkasnya.

    Sebenarnya kasus ini mulai bergulir saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Januari 2016. Saat itu Darmayanti Wisnu Putranti yang menjabat sebagai Anggota DPR dari fraksi PDIP ditangkap oleh KPK.

    Dikutip dari detik.com, Damayanti saat itu diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan yang ditangani Kementerian PUPR. Kasus ini terus dikembangkan KPK hingga kini total sudah ada 12 orang yang terlibat, termasuk yang teranyar Hong Arta.

    Hong Arta merupakan Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group). Dia diduga memberi suap kepada eks Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti.

    KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran. Dia juga diduga memberi suap serta Rp 1 miliar kepada Damayanti. Suap kepada Amran dan Damayanti itu diduga diberikan secara bertahap pada 2015.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini