Langsung ke konten utama

Pernyataan Jokowi Tentang PKI Tidak Bersalah, Ini Kebenarannya


Baru-baru ini, desas-desus terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali muncul. Beredar kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut pernah berucap bahwa "PKI tidak bersalah". Konten itu menyebar melalui publikasi artikel sebuah portal media online.

Kabar yang Diperiksa


Kabar tentang pernyataan Jokowi itu termuat melalui judul artikel dan teks di badan artikel. Judul artikelnya adalah “Sejarah Aslinya, PKI Itu Tidak Bersalah Apalagi Mengancam, Yang Berbahaya Itu Islam Radikal”.

Dalam alinea kedua teksnya tertulis: “Presiden Joko Widodo menilai bukan komunisme, komunis tidak pernah salah menurut sejarah aslinya justru mereka korban, justru radikalisme dan faham garis keras yang menjadi ancaman terbesar buat dasar negara”. Artikel itu terbit pada 2 Januari 2018. 

Artikel juga memberitahu bahwa ucapan Jokowi disampaikan dalam kesempatan sambutan resmi pada Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia di Bali, 26 September 2017 lalu. Pertanyaannya, benarkah Jokowi mengucapkan pernyataan itu?

Fakta


Arsip resmi Sekretariat Kabinet

Menurut informasi dalam artikel di atas, pernyataan Jokowi dinukil dari sambutan resmi pada acara Penutupan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia di Peninsula Island, Nusa Dua Bali, 26 September 2017. Kebetulan, arsip transkrip sambutan dan tanya jawab dalam acara itu tersimpan secara digital pada situswebSekretariat Kabinet (Setkab)

Kabar yang Salah

Dengan membaca arsip transkrip sambutan resmi, tidak ditemukan fakta bahwa Jokowi pernah menyatakan sesuatu terkait PKI pada momen pidato itu. Bahkan, ia pun tidak menyinggung sama sekali isu Islam radikal selama keseluruhan sambutan. Artinya, media online pada 2 Januari 2019 itu telah memuat konten yang salah.

Adapun bahasan radikalisme dalam sambutan itu berkonteks pada persoalan ‘ideologi radikalisme’ dalam situasi lembaga perguruan tinggi di Indonesia. Artinya, artikel media online pada 2 Januari 2019 turut membuat kesalahan konteks informasi. 

Jokowi, dalam acara itu, menyatakan ungkapan prihatin sekaligus meminta sikap dan tanggapan aktif dari lembaga-lembaga yang ada. Ihwal ini dapat dilihat dalam alinea kesebelas teks resmi pidato Jokowi.

Arsip Video Pembanding

Pembaca pun dapat melihat arsip audio-visual yang tersimpan dalam platform YouTube. Arsip audio-visual milik seorang pengguna YouTube ini menampilkan dokumentasi Jokowi saat memberi sambutan pada 26 September 2017.


Kesimpulan


Penelusuran kami menunjukkan kabar bahwa Jokowi menyatakan ‘Sejarah Aslinya, PKI Itu Tidak Bersalah Apalagi Mengancam, Yang Berbahaya Itu Islam Radikal’ adalah keliru. Informasi keliru itu juga dibumbui konteks yang lain dari teks sambutan yang disampaikan Jokowi.

Momen peristiwa dan fakta soal Jokowi memberi sambutan dalam acara itu benar adanya. Bukti dapat terlihat melalui arsip Setkab RI. Namun, konten soal PKI ataupun Islam radikal sama sekali tidak ditemukan dalam arsip transkrip resmi pidato Jokowi.

Kami menyimpulkan bahwa kabar yang termuat dalam artikel di portal media online itu adalah disinformasi. Ia terindikasi kuat ditulis secara sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu. Rumor terkait PKI ini kerap menjadi senjata dalam kampanye hitam pemilu.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Politik


Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani

Postingan populer dari blog ini

Bongkar...Video Mesum Ustadz Azhar Idrus, Ulama Cabul Yang Getol Dipakai FPI dan HTI

Siapa yang tidak kenal dengan Ustadz Azhar Idrus ini, seorang Ulama yang laris manis dimalaysia dan indonesia dengan gaya ceramah yang Inkonvensional, cerdas, singkat dan jenaka. Awalnya , Ia  biasa berceramah di sekitar masjid-masjid dan surau-surau di pelosok Malaysia.  Dan sekarang ia semakin terkenal saat ia berceramah bersama Zizan Raja Lawak (seorang komedian malaysia). Ustadz ini juga sering mengunggah rekaman ceramahnya ke YouTube, dan aktif menjawab berbagai pertanyaan di akun Facebook pribadinya. Tapi siapa sangka, terkuak Video Porno Ustad ini sejak tahun 2014 dan bahkan Ia juga sering diundang oleh FPI dan HTI, wow...11 dan 12 dengan Habib Rizieq kasus firza hot. Oke sekarang kita mengerti, mengapa mereka ini begitu getol dakwah tapi malah berzinah. 1. Dakwah mereka hanya untuk mencari nafkah bukan hidup untuk ibadah. 2. Mereka dakwah hanya untuk  popularitas bukan untuk prioritas jadi jangan heran jika ulama-ulama gini banyak tersandung kasus hukum bahk

Tujuan ISIS Dibentuk dan Tokoh-Tokoh Yang Terlibat Dalam Rencana Jahat di Indonesia

Berita ini kami muat untuk menambah wawasan anda dan agak sedikit panjang penjelasanya, jika anda tidak punya waktu lebih dari 10 menit lebih baik anda tunda untuk membacanya. Tapi jika anda peduli pentingnya wawasan dan pengetahuan tentang dan peranan ISIS untuk menghancurkan NKRI dan generasi muda jatuh dalam paham para radikalis, kami merekomendasikan anda membaca pelan-pelan dan menyimak kata demi kata dalam tulisan ini. ISIS didirikan pada tahun 1999 oleh Abu Musab al-Zarqawi yang berasal dari Yordania dan termasuk orang yang paling dicari di irak dan yordania karena sering terlibat dalam serangkaian serangan terhadap tentara dan kepolisian, termasuk warga sipil. Zarqawi tewas terbunuh dalam operasi serangan udara militer Amerika Serikat pada tanggal 7 juni 2006 di Ba'qubah, Irak. berikut sejarah ISIS: 1. Kelompok ini didirikan tahun 1999 oleh seorang radikal Yordania, Abu Musab al-Zarqawi, dengan nama  Jamāʻat al-Tawḥīd wa-al-Jihād , "Organisasi Tauhid dan Jihad

Bongkar... Ini Alasan Raja Salman Menolak Bertemu Habib Rizieq

Imam Besar FPI yang menjadi tersangka kasus penghinaan Pancasila dan pesan yang berbau pornografi dengan Firza, Rizieq Shihab, ditolak mentah-mentah oleh pihak protokoler Kerajaan Saudi Arabia untuk bertemu Raja Salman. Meskipun Rizieq sudah mati-matian melobi dengan mengirimkan foto-foto demo aksi dengan bumbu-bumbu terbesar dalam sejarah umat Islam, Rizieq juga mengaku sebagai alumnus universitas di Saudi Arabia. Rizieq Shihab juga menggunakan relasinya di DPR seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah agar diterima pihak Kerajaan Saudi Arabia namun ternyata tetap ditolak. Ternyata terbongkar sebab utama mengapa pihak protokoler Kerajaan Saudi Arabia tidak mau ditemui Rizieq karena adanya masukan dari Dubes Saudi Arabia di Jakarta sebagai berikut: 1) Dalam Stamboom Silsilah Habib, Rizieq ternyata tdk punya garis Keturunan Habaib. 2) Pendemo Pemerintah, DILARANG dalam Undang-undangan Kerajaan Saudi Arabia, Sementara itu Rizieq adalah aktor intelektual dalam demo-demo, yang saa