Langsung ke konten utama

Terbongkar! Ini Penampakan Angkot yang Dimodif untuk Tenggak BBM


Empat orang warga diamankan aparat kepolisian saat sedang mengantre BBM di sebuah SPBU di, Polewali Mandar, Sulbar. Mereka membeli bensin di SPBU tersebut dengan cara ilegal.

Modus yang mereka lakukan, dengan ikut mengantre BBM di SPBU menggunakan mobil angkot yang tangkinya telah dimodifikasi. Agar mendapatkan BBM dalam jumlah banyak, para pengecer ini diketahui petugas, telah berulang kali bolak balik masuk ke areal SPBU untuk mengantre.

BBM yang telah mereka dapatkan, kemudian dikuras ke dalam jeriken yang telah disiapkan, pada tempat yang tidak jauh dari lokasi SPBU, agar mereka dapat kembali dengan cepat untuk mengikuti antrean.

"Saat kami lakukan pemantauan dan pengamanan di SPBU, kami perhatikan ada beberapa mobil yang melakukan pengisian terlalu lama, setelah dilakukan pengecekan mobil tersebut menggunakan tangki bukan standar yang sudah diubah tidak sesuai dengan aslinya, makanya langsung kami amankan saat melakukan pengisian BBM di SPBU Sarampu " ujar Kapolsek Binuang, Iptu Mahyuddin, saat dikonfirmasi wartawan, pada hari Minggu (9/12/2018).

Keempat pengecer nakal ini, masing-masing berinisial LH (35), SL (40), NS (41) dan US (45). Polisi juga menyita barang bukti empat unit mobil yang dipakai mengantre 

Untuk diketahui sudah sepekan ini, kelangkaan BBM terjadi pada semua SPBU di Polman. Kelangkaan ini mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan sepanjang ratusan meter. Kelangkaan ini memicu terjadinya lonjakan harga BBM jenis premium di tingkat pengecer, mencapai Rp 20 ribu/liter.
(rvk/asp)

Detik.com

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK