Langsung ke konten utama

Bongkar Fakta Kecelakaan Setnov


Peristiwa kecelakaan yang dialami oleh Ketua DPR RI Setya Novanto ini, menuai spekulasi pasca dirinya di tetapkan sebagai tersangka dan saat mau dijemput paksa oleh KPK. Peristiwa kecelakaan terjadi sangatlah janggal ditempat kejadian yang nyaris sepi dan jalan licin karena hujan, membuat para netizen berkomentar dan menganggap itu hanyalah sebuah skenario baru. Berikut Markibong akan bongkar tuntas.

Masuk akalkah kecelakan ini?


  1. Kecelakaan yang dialami oleh Setnov sangatlah kurang masuk akal, karena kecelakaan tunggal yang dialaminya hanya membuat dirinya sendiri yang celaka, sementara kedua ajudan dan sopirnya tidak mengalami sedikitpun luka-luka. 
  2. Mobil Setnov ini merupakan mobil Fortuner dengan versi yang sangat canggih dilengkapi fitur-fitur standard keamaan seperti AIR BAG yang bisa memproteksi penumpang dari benturan keras jika terjadi kecelakaan frontal. ( https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171118065005-384-256498/toyota-ungkap-soal-airbag-mobil-setnov-yang-tak-mengembang/)
  3. Pengakuan Sopirnya bahwa ia sedang mengendarai mobil dalam keadaan kencang dan mengangkat telpon, ini bisa saja terjadi kecelakaan karena konsentrasi kita hilang, tapi yang lebih tidak masuk akal adalah AIR BAG tidak mengembang saat benturan keras terjadi.
  4. Dilihat dari kondisi mobil yang penyok karena benturan, dan bisa dipastikan semua sistem keamanan mobil harusnya aktif tapi kenyataannya berbeda.
  5. Mungkinkah kedua orang ajudan Setnov tidak mengalami cedera sedikitpun bahkan keseleo atau lecet? Mengapa hanya Setnov yang mengalami Cedera...???
Ikuti perkembangan berita ini terus...

Bongkar...



Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK