Langsung ke konten utama

Amien Rais Menuduh Presiden Jokowi Memecah Belah Umat Islam


Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Presiden Jokowi tak memecah belah umat Islam dan memecah belah bangsa sendiri.

Hal itu disampaikan Amien dalam sambutannya pada acara Kongres Alumni 212 di Wisma Persatuan Haji Indonesia, Jakarta Pusat. Dia menilai rezim saat ini suka memecah belah bangsa sendiri.

“Saya ingatkan mas jokowi jangan asyik memecah belah umat Islam,” kata Amien dalam sambutannya. 


Dia menuturkan Presiden dan Kapolri juga tak perlu mengkhawatirkan dalam acara 212 yang digelar pada Sabtu nanti. Menurutnya, pihaknya hanya menyampaikan hasil kongres yang dilakukan pada Kamis—Jumat.

Amien menegaskan saat ini perjuangan menghadapi lawan Islam relatif agak berat. Hal itu, kata dia, karena adanya kemunculan dajal bidang ekonomi dan militer.

Dalam hal ini, dia juga meminta Presiden agar tak menjual aset murah ke China.

“Hei pak Presiden jangan jualan murah negeri kita ke Beijing, jangan jual aset BUMN kita ke luar negeri,” katanya.

Diketahui, kongres yang dihadiri ratusan peserta alumni aksi 212 ini berlangsung di Aula Wisma Persatuan Haji Indonesia (PHI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat sejak Kamis (30/11). Mereka menghadiri Kongres Nasional Alumni 212 akbar yang mengambil tema 'Pererat Uhkuwah Menuju Kebangkitan Islam Indonesia' (asa)


Baca sumber

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK