Langsung ke konten utama

Perseteruan KPK dan DPR


Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terhadap KPK, Masinton Pasaribu menenteng koper saat mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan kemarin.

Dia menunjukkan isi kopernya kepada wartawan yang mengerubunginya. "Tuh sudah kayak mau jualan pakaian," kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Koper itu berisi beberapa helai pakaian. Rencananya, pakaian itu akan menjadi bekal Masinton bila KPK menangkapnya dan menahannya.

Pria kelahiran Sibolga 11 Februari 1971 itu mengaku siap ditahan. Bahkan, kata dia, "Kasih di sel tikus saya siap."

Masinton geram dengan ucapan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengancam akan menjerat Pansus Hak Angket dengan pasal obstruction of justice atau menghalang-halangi proses penegakkan hukum. 

"Kami sedang mempertimbangkan, misalnya kalau begini terus (pasal) obstruction of justice kan bisa kami terapkan," kata Agus di Gedung KPK, akhir Agustus silam.


Menurut Agus, KPK sedang menangani kasus yang besar. "Tapi selalu dihambat," kata Agus.

Menghalang-halangi proses penegakan hukum tertuang dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Pasal 21 itu berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa atau pun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

Pernyataan Agus itulah yang diprotes Masinton. "Saya minta saudara Agus Rahardjo turun kemari, bawa rompi KPK kepada saya agar kita gelar keadilan ini secara terbuka," katanya.

Sekitar satu jam lamanya Masinton menunggu Agus di pelataran gedung KPK. Namun, Agus tidak kunjung turun menemui Masinton. akhirnya, Masinton meninggalkan gedung KPK.

Aksi Masinton menantang Agus Rahardjo menghiasi pemberitaan media. Wajahnya seliweran di televisi, dan media online.

Ahli hukum Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menyayangkan sikap Masinton dan juga Agus Rahardjo.

Menurutnya perseteruan antara KPK dan Pansus Angket KPK sudah tidak sehat.

"Sudah kayak anak kecil," ujar Asep kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (4/9).

Asep menilai Masinton tidak perlu reaktif menanggapi pernyataan Agus. Bahkan sikap Masinton itu malah cenderung memperburuk hubungan KPK dengan DPR.

Masinton menurut Asep seharusnya hanya perlu minta penjelasan tentang ancaman obstruction of justice terhadap anggota Pansus Angket KPK kepada Agus. Masinton perlu meminta bukti bahwa Pansus Angket KPK menghalang-halangi kinerja KPK itu sudah cukup. Tidak perlu sampai menantang untuk ditahan.

"(Masinton) Baper kalau kata anak muda," ujar Asep.

Di sisi lain Agus juga dinilai tidak perlu mengutarakan pernyataan yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. 

Memang, tutur Asep, anggota Pansus Angket KPK dapat dikenakan pasal obstruction of justice bila menghambat proses penegakkan secara umum atau tidak hanya pada satu perkara saja. 

Tetapi alangkah baiknya jika Agus juga membeberkan bukti bahwa anggota Pansus Angket KPK menghalang-halangi proses penegakkan hukum yang dilakukan KPK.

"Dimana menghalanginya, di mana merusaknya, tidak jelas juga KPK,” kata Asep.

Apalagi, sejauh ini, Agus juga menyatakan enggan memenuhi panggilan Pansus. DPR memang berencana memanggil Agus dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

Menurut Asep, sebaiknya Agus lebih kooperatif terhadap Pansus Angket KPK yang ingin menelisik kinerja KPK dan tidak perlu memboikot panggilan Pansus Angket KPK. 

"Penuhi saja panggilan Pansus. Jawab seperlunya. Yang sekiranya tidak boleh dibeberkan, ya jangan. Enggak boleh juga kan memberitahu kasus yang sedang diusut,” kata Asep.

Asep mengatakan, panggilan Pansus Angket KPK bisa menjadi momentum KPK untuk introspeksi diri dan memperbaiki kekurangan.

Kehadiran KPK juga dinilai Asep menjadi bukti bahwa tidak ada yang disembunyi-sembunyikan dari lembaga antirasuah itu.

"Seolah KPK itu menutup diri terhadap perbaikan. Apa yang sebetulnya terjadi di KPK?" ujar Asep.k

Asep berharap nantinya Pansus Angket KPK memberi banyak masukan kepada KPK yang bersifat menguatkan dan bukan melemahkan. 

Oleh karena itu, dia menyarankan, alangkah baiknya jika KPK juga mendukung Pansus Angket KPK.

Postingan populer dari blog ini

Bongkar...Video Mesum Ustadz Azhar Idrus, Ulama Cabul Yang Getol Dipakai FPI dan HTI

Siapa yang tidak kenal dengan Ustadz Azhar Idrus ini, seorang Ulama yang laris manis dimalaysia dan indonesia dengan gaya ceramah yang Inkonvensional, cerdas, singkat dan jenaka. Awalnya , Ia  biasa berceramah di sekitar masjid-masjid dan surau-surau di pelosok Malaysia.  Dan sekarang ia semakin terkenal saat ia berceramah bersama Zizan Raja Lawak (seorang komedian malaysia). Ustadz ini juga sering mengunggah rekaman ceramahnya ke YouTube, dan aktif menjawab berbagai pertanyaan di akun Facebook pribadinya. Tapi siapa sangka, terkuak Video Porno Ustad ini sejak tahun 2014 dan bahkan Ia juga sering diundang oleh FPI dan HTI, wow...11 dan 12 dengan Habib Rizieq kasus firza hot. Oke sekarang kita mengerti, mengapa mereka ini begitu getol dakwah tapi malah berzinah. 1. Dakwah mereka hanya untuk mencari nafkah bukan hidup untuk ibadah. 2. Mereka dakwah hanya untuk  popularitas bukan untuk prioritas jadi jangan heran jika ulama-ulama gini banyak tersandung kasus hukum bahk

Markibong Berjanji Bongkar Kembali Agenda Rizieq Shihab Jika Tidak Berubah

Riziq, oh Rizieq. Semakin membabi buta saja kelakuanmu, dari mendoakan pendukung Ahok menderita dunia dan akhirat, engkau juga mencuci otak Dewan Masjid Indonesia dengan menolak bantuan yang datang dari Ahok kepada masjid-masjid dan mengharamkannya. Ok, sudah aksi 411, 212, 112, Tolak mayat dan yang ini menolak bantuan dan mengharamkan jika yang menyumbangkannya adalah Ahok ataupun relawan Ahok. Dimana kewarasanmu? Kamu itu menanamkan bibit kebencian kepada generasi muda. Kamu itu penghasut masyarakat. Kapan kamu akan sadar, kamu mengaggap dirimu adalah orang utusan Allah padahal Allah tidak ada mengutus orang gila seperti kamu apalagi melantik kamu jadi Imam Besar Umat Islam Indonesia, yang ada congormu dan orang-orangmu yang sumbu pendek itu mengaku-aku saja. Sebenarnya kami ini lelah dengan kelakuanmu ini, oleh sebab itu kami akan melepaskan sorbanmu, melucuti jubahmu satu persatu bahkan topengmu tak akan lagi menempel diwajahmu agar dunia tahu siapakah kamu. Semoga

Tujuan ISIS Dibentuk dan Tokoh-Tokoh Yang Terlibat Dalam Rencana Jahat di Indonesia

Berita ini kami muat untuk menambah wawasan anda dan agak sedikit panjang penjelasanya, jika anda tidak punya waktu lebih dari 10 menit lebih baik anda tunda untuk membacanya. Tapi jika anda peduli pentingnya wawasan dan pengetahuan tentang dan peranan ISIS untuk menghancurkan NKRI dan generasi muda jatuh dalam paham para radikalis, kami merekomendasikan anda membaca pelan-pelan dan menyimak kata demi kata dalam tulisan ini. ISIS didirikan pada tahun 1999 oleh Abu Musab al-Zarqawi yang berasal dari Yordania dan termasuk orang yang paling dicari di irak dan yordania karena sering terlibat dalam serangkaian serangan terhadap tentara dan kepolisian, termasuk warga sipil. Zarqawi tewas terbunuh dalam operasi serangan udara militer Amerika Serikat pada tanggal 7 juni 2006 di Ba'qubah, Irak. berikut sejarah ISIS: 1. Kelompok ini didirikan tahun 1999 oleh seorang radikal Yordania, Abu Musab al-Zarqawi, dengan nama  Jamāʻat al-Tawḥīd wa-al-Jihād , "Organisasi Tauhid dan Jihad