Langsung ke konten utama

Heboh! Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Alkes RS, Menyeret Sandiaga Uno


Tertangkapnya Manajer Marketing PT Duta Graha Indonesia (DGI), Muhammad El Idris oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebabkan dirinya bersekongkol dengan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin, untuk memenangkan perusahaannya tersebut dalam lelang tender proyek pemerintah.

Lalu KPK akhirnya berhasil mengembangkan kasus ini sehingga sudah menetapkan Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi sebagai tersangka utama.

Peristiwa naas yang menimpa Idris ternyata ikut menyeret Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, Sandiaga Uno yang merupakan Komisaris PT DGI. Namun Sandiaga mengelak dari keterlibatan karena menurutnya fungsi komisaris seperti dirinya hanyalah memberi masukan mengenai tren ekonomi masa kini dan aktivitas di pasar modal. Mengenai proyek, kata Sandi merupakan tugas dan wewenang dewan direksi.

Persekongkolan yang dilakukan Idris dan Nazarudin adalah terkait proyek pembangunan wisma atlet Palembang dan pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Udayana, dimana pada saat itu Sandiaga Uno menjabat sebagai komisaris PT DGI.

"Saya justru tahu masalah ini dari pemberitaan media. Kami sebagai komisaris tidak dilaporkan secara keseluruhan atau tidak detil. Saat masuk pemberitaan media, kami juga baru tahu itu ketika dikabari dewan direksi," ujar Sandiaga sebagai saksi sidang Dudung Purwadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (30/8).

Pada perkara ini, Dudung didakwa bersama-sama Nazaruddin dan Made Megawa telah bersepakat memenangkan PT DGI sebagai pelaksana atau rekanan proyek pembangunan RS Universitas Udayana. Perbuatan Dudung diduga memperkaya PT DGI sebesar Rp 6,780 miliar pada 2009 dan sebesar Rp 17,9 miliar pada 2010.

Penetapan Dudung sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari Idris, dimana dirinya terbukti bersalah memberikan cek senilai Rp 4,3 miliar kepada Nazaruddin dan Rp 3,2 miliar kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam. Ia pun divonis selama 2 tahun penjara pada 2011.

Pada 21 Desember 2015, Dudung ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi Wisma Atlet. Ia didakwa ikut bersepakat dengan Nazaruddin untuk memenangkan PT DGI sebagai pemenang tender. Ia juga didakwa memperkaya Nazaruddin dan korporasi yang dikendalikannya, yakni PT Anak Negeri, PT Anugrah Nusantara, dan Group Permai.

Selain itu, Dudung didakwa telah memperkaya Nazaruddin dan korporasi yang dia kendalikan, yakni PT Anak Negeri, PT Anugrah Nusantara, dan Group Permai sejumlah Rp 10,2 miliar.

Sedangkan Sandiaga Uno mengaku menjabat sebagai komisaris PT DGI pada 2007. Pada 2015, ia memutuskan mundur dari jabatan komisaris karena ingin fokus berpolitik. Berarti masa kerjanya di perusahaan tersbeut sejak 2007-2015 atau selama 8 (delapan) tahun di saat terjadinya perskeongkolan pemenangan tender untuk wisma atlet Palembang dan pengadaan alkes RS Udayana.

Untuk masalah dugaan korupsi pengadaan alkes RS Udayana, terseretnya nama Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno adalah berdasarkan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) Nazaruddin yang menyebutkan bahwa Dudung pernah bertemu dengan Sandiaga, Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat) serta Nazarudin sendiri yang kala itu memang sebagai bendahara umum partai Demokrat, untuk keperluan membahas proyek tersebut.

Postingan populer dari blog ini

Bongkar...Video Mesum Ustadz Azhar Idrus, Ulama Cabul Yang Getol Dipakai FPI dan HTI

Siapa yang tidak kenal dengan Ustadz Azhar Idrus ini, seorang Ulama yang laris manis dimalaysia dan indonesia dengan gaya ceramah yang Inkonvensional, cerdas, singkat dan jenaka. Awalnya , Ia  biasa berceramah di sekitar masjid-masjid dan surau-surau di pelosok Malaysia.  Dan sekarang ia semakin terkenal saat ia berceramah bersama Zizan Raja Lawak (seorang komedian malaysia). Ustadz ini juga sering mengunggah rekaman ceramahnya ke YouTube, dan aktif menjawab berbagai pertanyaan di akun Facebook pribadinya. Tapi siapa sangka, terkuak Video Porno Ustad ini sejak tahun 2014 dan bahkan Ia juga sering diundang oleh FPI dan HTI, wow...11 dan 12 dengan Habib Rizieq kasus firza hot. Oke sekarang kita mengerti, mengapa mereka ini begitu getol dakwah tapi malah berzinah. 1. Dakwah mereka hanya untuk mencari nafkah bukan hidup untuk ibadah. 2. Mereka dakwah hanya untuk  popularitas bukan untuk prioritas jadi jangan heran jika ulama-ulama gini banyak tersandung kasus hukum bahk

Bongkar... Ini Alasan Raja Salman Menolak Bertemu Habib Rizieq

Imam Besar FPI yang menjadi tersangka kasus penghinaan Pancasila dan pesan yang berbau pornografi dengan Firza, Rizieq Shihab, ditolak mentah-mentah oleh pihak protokoler Kerajaan Saudi Arabia untuk bertemu Raja Salman. Meskipun Rizieq sudah mati-matian melobi dengan mengirimkan foto-foto demo aksi dengan bumbu-bumbu terbesar dalam sejarah umat Islam, Rizieq juga mengaku sebagai alumnus universitas di Saudi Arabia. Rizieq Shihab juga menggunakan relasinya di DPR seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah agar diterima pihak Kerajaan Saudi Arabia namun ternyata tetap ditolak. Ternyata terbongkar sebab utama mengapa pihak protokoler Kerajaan Saudi Arabia tidak mau ditemui Rizieq karena adanya masukan dari Dubes Saudi Arabia di Jakarta sebagai berikut: 1) Dalam Stamboom Silsilah Habib, Rizieq ternyata tdk punya garis Keturunan Habaib. 2) Pendemo Pemerintah, DILARANG dalam Undang-undangan Kerajaan Saudi Arabia, Sementara itu Rizieq adalah aktor intelektual dalam demo-demo, yang saa

Fakta pilu Ayu Shelisa yang terkubur selama 10 Tahun di Septic Tank

Bantul - Temuan kerangka Ayu Shelisa di dalam septic tank milik Waluyo mengungkap sejumlah fakta pilu semasa Shelisa masih hidup. Rupanya Sheli, sapaan karibnya, pernah menyampaikandisunduti rokok hingga ingin pisah dari suaminya, Edi Susanto.  Itu disampaikan ibu Sheli, Anik Maidarningsih (51) saat ditemui di kediamannya di Kampung Badran, Bumijo, Jetis, Yogyakarta. Anik pun tak menyangka menantunya itu tega berbuat kasar ke putri bungsunya itu.  "Ya pernah dikasari sampai pernah dislomoti (disundut) rokok (sama Edi). Kadang-kadang nangis ingin pisah, tapi saya sebagai orang tua ya hanya memberi nasihat," kata Anik saat ditemui di kediamannya, Kamis (26/12/2019). "Saya tidak pernah menyangka marahnya Edi sampai (tega) sama anak saya. Sudah anak saya lebih baik dikembalikan ke rumah," ujarnya kelu. Anik menyebut Sheli menikah dengan Edi pada 2006 silam. Selama menikah keduanya belum memiliki anak. Semasa Sheli masih hidup, pasangan itu serin