• Jelajahi

    Copyright © Markibong - Media Investigasi - Indonesian News & NewsFeed
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Tokopedia Mendapatkan Suntikan Dana 14 Triliun Dari Alibaba

    DarkNet
    Minggu, 20 Agustus 2017, 9:41:00 PM WIB


    Jakarta - Tokopedia baru-baru ini mendapatkan suntikan modal dari raksasa e-commerce asal China, Alibaba sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Dengan suntikan modal tersebut, Tokopedia berencana membangun pusat riset terbesar di kawasan Asia Tenggara.

    Menanggapi hal tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa suntikan modal tersebut membuat kapasitas Tokopedia di Indonesia meningkat. Selain itu aksi ini juga dapat mengembangkan bisnis Tokopedia sendiri.

    "Dana masuk itu akan membuat kapasitas dari Tokopedia naik. Jadi mereka bisa berkembang lebih jauh," ujar Darmin di Kemenko Perekonomian Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (20/8/2017).

    Meski demikian, lanjut Darmin, perkembangan bisnis Tokopedia akan bergantung dari aksi internal perusahaan. Darmin juga menilai suntikan modal tersebut bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Tokopedia dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

    "Di kita ada banyak hal yang sebetulnya, uang penting tapi yang lain penting, tapi SDM juga. Jadi selain persoalan uang juga persoalan talenta juga. Mudah-mudahan mereka bisa atasi itu jadi bisa jalan baik," ujar Darmin.

    Dalam mendukung bisnis e-commerce di dalam negeri, kata Darmin, pemerintah fokus dalam penyelenggaraan infrastruktur pendukung seperti iklim usaha yang baik hingga menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

    "Pemerintah itu kan fungsinya kan untuk menyiapkan infrastruktur usaha, eksternalitas. Ada banyak hal yang enggak bisa dilakukan dunia bisnis tapi bisa dilakukan pemerintah, misal talenta. Talenta harus dididik, itu harus ada pendidikannya," kata Darmin.

    "Itu sebabnya pemerintah bangun Palapa Ring, itu infrastruktur untuk broadband dan seluruh aktivitas e-commerce," tutur Darmin. (ara/dna)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Internasional

    +