Langsung ke konten utama

Pengendara Yang Salah Ini Membentak Polisi Tua Saat Ditilang, Seorang Provost Datang Dan Membentak Pengendara Tersebut


Seorang polisi menegur pemotor yang berkendara melawan arah. Bukannya mengaku salah, pemotor itu malah membentak dan memarahi polisi yang tampak umurnya sudah cukup tua itu. 

Kejadian itu terekam dalam video yang tersebar dan viral di media sosial. Dalam video, terlihat polisi memberhentikan pemotor yang melawan arah. Pria pemotor itu juga tidak mengenakan helm saat berkendara. Lokasi kejadian yakni di Jembatan Lima, Jakarta Barat. 

Setelah diberhentikan, pemotor malah marah-marah ke polisi itu. Kemudian polisi menjelaskan agar pemotor tidak ngotot dan mengamuk karena sudah melakukan kesalahan. 


"Kalau salah ya salah. Nggak usah ngotot-ngotot. Kan enak. Ini satu arah jalanan," ujar polisi itu. 

Kemudian, pemotor malah menantang dan sesumbar mengatakan akan meminta bantuan dari seorang pimpinan polisi. Bukannya takut, polisi itu malah menantang balik karena tindakan yang dilakukannya sudah benar. 

"Telepon saja. Saya tunggu. Ini lokasi di Jembatan Besi," kata polisi itu lagi. 

Tidak berapa lama kemudian, datang seorang yang menyebut dirinya anggota provost Polres. Dia berusaha untuk menyelesaikan permasalahan pemotor tersebut. 

"Saya dari Provos Polres pak. Ada apa?" tanya anggota provost tersebut. 

"Ini marah-marah pak (sambil menunjuk ke polisi yang menegurnya). Ngomongnya nggak sopan. Aparat kan mesti sopan dong," kata pemotor itu. 

Anggota provost tersebut kemudian menanyakan kepada polisi tentang perkataan yang disebut pemotor tidak sopan. 

"Emang bapak ngomongnya gimana pak?" tanya anggota provos ke polisi itu. 

"Saya suruh balik pak (lawan arah)," jawab polisi. 

Namun tetap saja pemotor itu tidak mau mengalah dan malah menantang balik. Akhirnya provos tersebut meminta agar pemotor memperlihatkan surat-surat kendaraan dan identitas. Namun pemotor itu menolak. Anggota provost naik pitam dan adu mulut keduanya tidak terelakkan. 

"Polisi berhak melihat surat-surat. Bapak udah tahu salah. Ini orang (polisi) udah tua pak. Saya membela yang benar," kata anggota provost. 

Polisi tua itu mencoba untuk mendamaikan keduanya. Dia juga tampak menepuk bahu pemotor sebagai tanda untuk menyudahi perdebatan. 

detikcom mencoba mengonfirmasi ke pihak kepolisian terkait. Kapolsek Tambora Kompol M. Syafi'i membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi tua yang bertugas saat itu yakni Aipda Sumino dari Polsek Subsektor Jembatan Lima. 

"Ada pengendara melawan arus, harusnya ke kanan malah ke kiri. Kemudian ditegur. Pertama karena melawan arus dan nggak menggunakan helm. Ditegur kok ngeyel. Jadi tidak ditilang karena bukan anggota polisi lalu lintas," ujar Syafi'i Rabu (30/8/2017). 



Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK