Langsung ke konten utama

Kisah Haru Jemaah Korban Tipuan First Travel Yang Menyesal Telah Mendemo Ahok

Gambar Ilustrasi

Sepenggal kisah mengharukan dari seorang netizen yang juga salah seorang korban tipuan First Travel ingin membagikan pengalaman pribadinya untuk menjadi renungan bersama bahwa janganlah mudah mempercayai orang-orang yang menggunakan ayat-ayat suci yang ujung-ujungnya menelan kita.

"Katanya saudara seiman", dan saya dulu percaya dengan kata-kata itu sehingga saya mencoba mendaftarkan diri saya untuk ikut paket umroh dengan harga yang cukup murah, tanpa pikir panjang saya dan keluarga saya mendaftarkan diri untuk mengikuti perjalanan suci ini.

"Sebagai tamu Allah, anda adalah raja bagi kami (First Travel)" begitulah ungkapan bujukan mereka terhadap kami. mereka membujuk kami dengan ayat-ayat suci agar kami membawa banyak orang masuk mendaftarkan diri. Ditambah lagi banyak selebriti-selebriti yang digunakan untuk mempromosikan perusahaan First Travel ini. Tapi siapa sangka mereka yang kami anggap saudara seiman justru menikam kami dengan tipuan mereka. Ibu saya jatuh sakit bahkan sempat masuk rumah sakit dan menderita stroke ringan akibat mendengar berita bos First Travel masuk penjara. Apa yang kami harapkan selama ini untuk sampai ke tanah suci menjadi sirna begitu saja.

Gambar ilustrasi (Tanah Suci hanyalah mimpi belaka yang telah sirna)

Desember lalu saya sempat ikut demo Ahok di jakarta ikut dalam aksi Bela Islam tersebut, dengan geram dan mengebu-ngebu saya melakukan aksi tersebut bahkan dalam hati saya jika ada Ahok didepan saya kemungkinan saya akan membunuhnya karena dia adalah "penista agama islam" menurut saya saat itu. Pidatonya menyayat hati waktu dikepulauan seribu tentang "jangan percaya kepada orang-orang yang pakai Al-Maidah 51 (ayat suci)"


Dan saat ini saya baru sadar dialah pejuang Islam sejati, walaupun ia adalah seorang non muslim tapi ia sangat adil dalam menegakkan hukum. Marbot diberangkatkan haji dan memberikan gaji kepada penjaga masjid. Saya buta mata hati saat itu karena saya dicuci otak oleh ormas FPI yang didalam kepengurusannya adalah saudara sepupu saya sendiri sehingga saya percaya bahwa Ahok menistakan Agama padahal tidaklah demikian, justru ia telah membuka mata hati kita umat islam ditanah air bahwa jangan percaya dengan orang-orang yang menggunakan ayat-ayat suci untuk kepentingan pribadi mereka.

Saat ini saya menyesal dan menangis ketika saya mengingat betapa garangnya saya ikut dalam aksi demo tersebut, saya tidak tau apa yang Ahok pikirkan pada saat 7 juta umat turun dijalan saat itu, secara manusiawi saya yakin dia juga merasa takut tapi saya percaya ia memiliki prinsip kebenaran. Pak Ahok Maafkan Kami yang telah memenjarakanmu.

Saya baru sadar bahwa pidato anda dikepulauan seribu bukan berniat menistakan Islam tapi karena anda sayang dengan kami umat Islam sehingga anda memberanikan diri untuk mengatakan kalimat itu. Jika waktu bisa di ulang saya rela memasang badan saya untuk membela bapak Ahok.

Pak, salam hormat saya buat bapak Ahok Sang Pejuang Islam Sejati



Dari Netizen dan Seorang Jemaah korban First Travel (yang tidak ingin disebutkan namanya)


Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK