Langsung ke konten utama

Habib Rizieq Menjadi DPO

Markibong.com-Rekayasa penembakan terhadap Rizieq Shihab Jumat 28/3/2017 oleh sniper gadungan alias sniper ala FPI, merupakan alasan Rizieq untuk melarikan diri ke luar negeri dengan dalih bahwa ia tidak aman berada di Inndonesia". Kata Rizieq sebelum bertolak ke Arab saudi.


Alasan ibadah dan umrohpun menjadi senjatanya agar ia segera meluncur keluar negeri dan melarikan diri, supaya kasus firza hots yang menjeratnya menguap begitu saja. "Tapi jangan kira bisa melarikan diri, jika tidak kembali ke indonesia bila dipanggil polisi, maka ia akan di jemput paksa dan dijadikan DPO" ujar polisi.

Kasus Rizieq kali ini merupakan kasus terbanyak sepanjang sejarah hidup Rizieq, 15 kasus jika saja diproses perkasus dengan maksimal hukuman 2 tahun penjara, berarti Rizieq harus mendekam didalam penjara selama 30 tahun dan membusuk didalam hotel prodeo.

Ilmu melarikan diri ala Rizieq ini sama dengan ilmu para koruptor dan penjahat negara yang raib bagaikan ditelan bumi ketika mereka melarikan diri keluar negeri. Ahok yang katanya penista agama dan perusuh tapi justru lebih berani daripada Rizieq ini, tak satupun panggilan polisi yang Ahok absen tidak hadiri. Ia memberikan panutan dan contoh bahwa sebagai warga negara yang baik kita harus patuh hukum.

Aksi bela Islam berjilid-jilid memaksa Ahok untuk di tangkap dan dipenjara, merupakan Politisasi agama semata agar memenangkan Anes-Sandi yang notabene adalah orang yang mereka dukung melalui ormas Islam garis" ungkap Media The Journal.

Pantauan polisi saat ini mencurigai bahwa kasus penembakan terhadap Rizieq merupakan pintu keluar bagi Rizieq untuk melarikan diri dan tidak kembali ke Indonesia. Jika benar sniper, Rizieq saat ini sudah pasti tewas, jika Rizieq tidak tewas, berarti itu hanyalah krikil yang di lempar kearah jendela kamar Rizieq oleh anggota FPI nya sendiri.

Kesimpulannya bahwa Rizieq saat ini sedang melarikan diri dan siap-siap menjadi DPO.

Salam waras 2017 dari Markibong.com


Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK