Langsung ke konten utama

Walaupun Dicurangi Ini Pesan Ahok Yang Membuat Anda Menangis Mendengarkannya


Beberapa jam lalu anggota Markibong mengirimkan sebuah chating WA berisi pesan bahwa Pak Ahok minta tim relawan untuk ikhlas dan pasrah, sekalipun telah dicurangi dalam penghitungan suara. Pertarungan Pilgub DKI kali ini diwarnai ketidak adilan dan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.




Jika ingin mengulang waktu, akan kami terobos semua TPS dan menaruh  alat sadap disana agar lebih ketahuan belang  mereka semuanya. Semenjak putaran petama saja Ahok-Djarot telah dicurangi dengan cara yang menjijikkan. Ketidak independensi ketua KPU DKI membuat kami yakin semua ini sudah dirancang sedemikian rupa menggunakan kode mereka sendiri, tapi biar bagaimanapun mereka menyimpan bangkai tetap juga ketahuan.

Pesan Ahok juga begitu menohok buat tim relawannya untuk pasrah saja menerima kekalahan ini, "Kamu tahu ga, Yesus pun dah bagi-bagi sembako ke 5000 orang, sisa 12 keranjang, plus nyembuhin orang sakit. Pake ngidupin orang mati segala, dia tetep kalah voting dan disalibkan" Kata Ahok dalam wawancara ekslusive bersama salah seorang teman kami.

Pesan tersebut mengingatkan kita Nabi Isa Al-Masih yang tidak bersalah tapi dibuat bersalah oleh sekelompok imam besar dan Ahli Taurat yang merasa jabatan mereka pada saat itu terancam karena kehadiran Nabi Isa. Apa yang terjadi dengan Ahok tidaklah jauh berbeda, Ahok rela kalah demi perdamaian, Ahok rela dipenjara demi keadilan sosial bahkan ia juga rela mati jika itu yang memang Tuhan kehendaki dalam hidupnya demi menegakkan kebenaran.

Dan yang terakhir pesan Ahok kepada seluruh pendukung maupun relawan, "Stop!!! jangan ungkit kecurangan mereka lagi, cukuplah sampai disini saja".


Pak Ahok, Salam hormat dari kami semua para relawan dan pendukungmu. 


Salam 2Jari

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK