Langsung ke konten utama

Tokoh Penting ISIS Tewas Oleh Tentara Amerika, FPI Kapan? Hahahaha


Pada suatu waktu diperkirakan ada sekitar 500 anggota pasukan khusus AS di Suriah.Hak atas fotoAFP
Image captionSejumlah anggota pasukan khusus AS di Suriah, yang diyakini pernah mencapai 500 orang.

Pasukan AS memburu dan menewaskan seorang tokoh kelompok yang disebut negara Islam atau ISIS dalam sebuah serangan komando di Suriah.
Serangan tersebut terjadi di dekat kota Mayadin di Suriah timur, kata para pejabat militer.
Menurut pihak Amerika, Abdurakhmon Uzbeki, yang diyakini berasal dari Uzbekistan, adalah pembantu dekat pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.
"Peristiwanya terjadi dalam suatu operasi serangan darat, saya pikir hanya itu yang bisa kami katakan," kata juru bicara Komando Pusat AS, John Thomas di Washington tentang serangan hari Jumat (21/4) itu.
AS mengatakan dia memainkan peran kunci dalam serangan terhadap sebuah klub malam di Istanbul pada Malam Tahun Baru yang menewaskan 39 orang.
ISIS mengaku merencanakan serangan itu sebagai balasan atas keterlibatan militer Turki memerangi ISIS di Suriah.
Pada 17 Januari lalu, setelah perburuan besar-besaran, polisi Turki menangkap Abdulkadir Masharipov, tersangka utama serangan tersebut.
Paasukan khusus AS di Suriah, yang terutama menjadi konsultan dan membantu kelompok Kurdi dan Arab yang memerangi ISIS diyakini berjumlah sekitar 500 orang.
Menurut laporan ABC, suatu 'pasukan perburuan' telah beroperasi di Irak dan Suriah untuk memburu para pemimpin senior ISIS dan al-Qaida sejak akhir 2015, namun biasanya rincian operasi mereka di lapangan tidak diungkapkan.
John Thomas dikutip oleh ABC mengatakan bahwa AS memiliki 'informasi cukup bagus untuk menemukan orang-orang ini dan membunuh mereka.'


Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK