Langsung ke konten utama

Terlalu Murah Nilai Kemerdekaan Bangsa Dimata Para Radikalis

Agama adalah hak setiap orang untuk memeluknya dan merupakan sebuah kebebasan dalam memeluk agamanya masing-masing karena pemeluk agama di jamin dan dilindungi oleh Undang-undang dasar 1945 Pasal 29 ayat 2 berbunyi: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.



Tapi anehnya negeri ini, mahasiswa yang bisa disebut garda bangsa, malah menjual bangsa ini dengan paham khilafah yang bukan merupakan ideologi bangsa Indonesia. Terlalu murah nilai kemerdekaan bangsa ini dimata mereka, 350 tahun indonesia di jajah belanda, 3,5tahun dijajah oleh jepang, dengan pertumpahan darah kita bisa merdeka, tapi dengan seenaknya saja mereka ingin menggantikan pancasila sebagai dasar negara dan menghina darah pahlawan yang telah tumpah demi kemerdekaan kita.

Paham radikalisme memang sudah mewabah sampai ke sekolah-sekolah baik dari TK sampai dengan perguruan tinggi. Anak-anak kecil sudah terkontaminasi dengan paham radikal ini, mereka diajari untuk membunuh orang yang bukan seiman dengan mereka. Hanya karena perbedaan keyakinan mereka membenarkan membunuh, menganiayaya bahkan ajakan membenci orang lain. Dalam agama manapun tidak ada diajarkan untuk membenci sesama manusia.

Sekarang ratusan ribu bahkan jutaan generasi muda telah tercemar oleh paham kelompok garis keras ini yang mengatasnamakan agama islam untuk kepentingan politik dan syahwat mereka. Dampak dari ideolagi mereka ini sehingga membuat kegaduhan dimana-mana. Mereka memeras orang lain, orang miskin maupun orang kaya untuk memenuhi perut mereka, mereka menganggap hal tersebut halal dan di ridhoi oleh Allah tapi sebenarnya tidak.

Makar, merupakan gaya hidup mereka, mereka ingin merebut pemerintahan tanpa dengan pemilu bahkan mereka menjegal orang yang berbeda keyakinan dengan mereka untuk maju secara sah menjadi pemimpin di negeri ini. Aksi demo, politik mayat, baiat dengan golok bahkan dengan cara murahanpun mereka lakukan asalkan mereka bisa menang dan bisa memimpin negeri ini.


Seberapa besar bayaran mereka sehingga mereka begitu murah untuk menggadaikan pancasila?

Kebhinekaan hanyalah semboyan dan retorika belaka bagi mereka, khilafah adalah tujuan utama. 

Jadi jangan heran jika beberapa tahun mendatang Kalimantan, Aceh, Papua dan daerah-daerah lain mulai melepaskan diri dari NKRI ini, itu tandanya burung Garuda sudah lelah untuk menaungi kita semua dan berkibarlah bendera kemerdekaan daerah masing-masing.

Saat ini belum terlambat saudaraku, masih ada waktu yaitu merangkul saudara-saudaramu, sahabatmu dan juga orang-orang yang kamu kenal dan katakan kepada mereka, "Betapa mahalanya kemerdekaan bangsa ini, mari kita jaga dengan menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa dan  persatuan Indonesia".



Markibong.com



Salam waras 2017

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK