Langsung ke konten utama

Surat Terbuka Warga DKI Jakarta Yang Waras Untuk Ahok

Dear Pak Ahok,


Kami warga Jakarta yang waras mengucapkan selamat kepada bapak akan keberhasilan bapak memimpin kami 5 tahun ini, kami turut bersedih atas kekalahan bapak dalam pertarungan Pilkada DKI 2017 ini, kami berharap bapak mempersiapkan diri untuk pertarungan bapak 2 tahun lagi dalam Capres dan Cawapres 2019 mendampingi pak Jokowi.



Kami bersedih ketika melihat bapak dengan legowo berpidato menerima kekalahan di TV bukti bapak mencintai kami. Bapak tinggalkan keluarga demi menata jakarta, demi anak-anak kami bisa hidup layak, bapak rela dipenjara demi memperjuangkan keadilan sosial bagi warga jakarta. Lidah kami kelu untuk berkata-kata pak, kami berharap bapak sehat dan kami percaya Tuhan punya rencana yang lebih besar buat negeri ini. Tuhan sedang menginginkan bapak istirahat dalam urusan politik dan mempersiapkan diri 2 tahun lagi.

Oya pak, kami dengar bapak masih menjabat gubernur hingga oktober ya pak? Boleh kami minta satu hal pak? Tolong maafkan saudara-saudara kami yang telah tidak adil terhadap bapak. Jika dengan kursi DKI 1 dan 2 membuat mereka bisa lebih tenang, kami rela pak untuk menderita batin, kami berharap mereka bisa seperti bapak yang setiap pagi sudah melayani kami ketika kami mengadu kepada bapak persoalan yang terjadi dalam kehidupan kami.

Yang terakhir pak, kami warga Jakarta yang waras akan selalu mendoakan bapak dan keluarga sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Juga buat Pak Djarot yang baik hati semoga selalu sehat dan tetap humble. Jika bapak Ahok jalan-jalan belanja di mall, ingat wajah-wajah kami ya pak jangan bosan jika kami ingin berfoto bersama bapak itu bukti kami mencintai bapak.

Kami percaya bahwa kegagalan bapak ini merupakan kesuksesan yang tertunda bagi kami. Kami tau kesuksesan bapak merebut kursi kepemimpinan bukan kesuksesan buat bapak tapi kesusksesan buat kami semua.



Selamat istirahat ya pak, Salam dari kami pecinta damai.

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK