Langsung ke konten utama

Sandi Disambut Fadli Zon Dalam Pameran Kerajinan Dari Warga Difabel, Sandiaga Mengajak Mereka Bergabung Oke Oce


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghadiri pameran kerajinan dari warga difabel di gedung DPR RI. Sandiaga mengatakan pemerintah perlu ikut mendukung warga difabel untuk menjadi mandiri.

Sandiaga hadir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017) sekitar pukul 12.00 WIB. Dirinya juga disambut oleh Waketum Partai Gerindra Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR.

Sandiaga tampak akrab bercengkrama dengan Fadli Zon. Ia mengajak Fadli Zon berkunjung ke yayasan difabel yang diasuhnya.

"Ini penting Pak para difabel untuk selalu dibimbing. Terutama dalam hal wirausaha, bimbingan diperlukan agar bisa dilakukan pelatihan dalam bentuk pengemasan. Karena kemasan berpengaruh 70 persen pada penjulan," kata Sandiaga ke Fadli Zon.

Sandiaga dan Fadli Zon di DPR / Sandiaga dan Fadli Zon di DPR / Foto: Fida/detikcom
Sandiaga berjanji akan memberikan akses yang terbuka pada warga difabel di Jakarta. Dirinya yakin para difabel akan sukses bila dilatih.

"Kita akan pastikan seluruh di Jakarta fasilitasnya ada keseteraan akses untuk penyandang disabel, bukan hanya fasilitas perkantoran, tapi juga olahraga, umum dan fasilitas yang akan meningkatkan kesetaraan. Kita yakin mereka semua ini bukan mememiliki kekurangan tapi memiliki banyak kelebihan. Kalau dilatih akan menciptakan banyak peluang, akan bisa menciptakan lapangan kerja" ujar Sandiaga.

Sandiaga berjanji akan memberikan kuota yang lebih besar pada warga difabel di Jakarta. Ia akan mengajak warga difabel bergabung dalam program OK OCE.

"Kami sudah merancang kegiatan yang melibatkan lapangan kerja buat warga Jakarta. Program yang membentuk adalah pemerataan. OK OCE buat difabilitas dirancang jauh hari, kita yakin melalui OK OCE akan terbentuk banyak lapangan kerja untuk mereka," katanya. 

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK