Langsung ke konten utama

Rudal AS Sambar 2 Jet Tempur Suriah Yang Diduga Akan Mengebom Daerah Kota Sekitar


Beirut - Dua pesawat tempur yang lepas landas dari pangkalan udara Suriah disambar rudal Amerika Serikat (AS). Pesawat tempur itu diduga akan mengebom daerah di kota sekitar.

Dilansir dari AFP, Sabtu (8/4/2017), Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah mengatakan pesawat itu lepas landas dari pangkalan udara Shayrat yang sebagian masih berfungsi. Pesawat itu menyerang target di dekat Palmyra, Jumat (7/4).

Kelompok pemantau itu tidak bisa mendeskripsikan apakah pesawat itu milik Suriah atau Rusia. Mereka juga tidak bisa menjelaskan apa yang telah mereka bom. 

Sebelumnya pada Jumat (7/4) pagi, pesawat militer AS menembakkan 59 rudal Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat sebagai respons atas serangan kimia di Idlib.

Sumber militer Suriah mengatakan kepada AFP bahwa pasukan bersenjata Suriah memperingatkan tentang kemungkinan serangan AS sebelum peristiwa tersebut terjadi. 

"Kami mengambil tindakan pencegahan di lebih dari satu titik militer, termasuk di pangkalan udara Shayrat. Kami memindahkan sejumlah pesawat ke daerah lain," kata sumber itu.

Pejabat AS mengatakan militer Rusia di Suriah telah mendapat informasi sebelum serangan itu terjadi. Hal itu dilakukan demi mencegah lebih banyak korban yang akan mendorong krisis lebih luas. 

Otoritas AS mengatakan target rudal yang ditembakkannya adalah radar, pesawat, dan sistem pertahanan udara. Rudal itu menghancurkan sekitar 20 pesawat Suriah, namun informasi mengatakan landasan pacu masih utuh.

Militer Rusia mengatakan serangan itu memiliki dampak militer 'sangat rendah'. Sebabnya kurang dari separuh 59 rudal yang ditembakkan mengenai pangkalan udara Suriah. 

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK