Langsung ke konten utama

RIP Bhineka Tunggal Ika, Selamat Datang SARA


Pertarungan DKI 1 Jakarta kali ini merupakan Pertarungan kepala daerah yang begitu fenomenal, mengapa tidak, Ahok yang dinilai sosok fenomenal di negeri ini harus terjungkal kalah dalam pesta demokrasi di jakarta melawan Anies Baswedan hanya karena isu SARA.

Siapa yang mengandalkan pedang akan mati oleh pedang, siapa yang menggunakan SARA akan mati oleh SARA begitulah kira-kira pepatah kami. Pertarungan yang kami anggap tidak fair ini terlihat jelas sekali bahwa Ahok-Djarot ini merupakan korban politik tak sehat oleh tim Anies-Sandi.

Penyusup dalam tim Ahok ini memang kejam, mereka manfaatkan peluang sebaik mungkin untuk menjatuhkan elektabilitas Ahok-Djarot pada detik terakhir. Mereka manfaatkan isu SARA, manfaatkan Al-Maidah 51 dan mereka manfaatkan fitnah bagi sembako yang seolah-olah tim Ahok yang melakukannya.

Seperti yang telah kami katakan sebelumnya dalam agenda politik uang yang dilakukan oleh Anies-Sandi terbukti benar, mungkin segelintir orang menganggap itu sebuah opini liar yang bertebaran mencari sensasi, tapi perlu anda ketahui bahwa kami tidak sedang mencari sensasi dalam hal ini, kami serius dalam mengungkap kebenaran.

Kecurangan yang mereka lakukan dalam pilkada DKI ini menyisakan luka mendalam bagi pemilih yang rasional. Al-Maidah 51 yang di koar kan oleh kaum radikal menurunkan elektabilitas Ahok. Kemenangan Anies-Sandi menandakan SARA berkuasa di negeri tercinta ini, bagaimana tidak, isitilah mayoritas dan minoritas bertebaran seantero jagad indonesia menjadikan Bhineka Tunggal Ika hanya retorika dan bahan lelucon para pelawak politik.

Sauadara-saudara kita keturunan tionghoa yang jelas-jelas adalah WNI banyak yang minggat keluar negeri karena mereka takut akan tragedi tahun 1988 terulang kembali. Betapa sedihnya kita melihat negara kita di cederai oleh paham radikalisme dan rasisme. Mereka mengancam akan melakukan gerakan yang menyudutkan saudara-saudara kita keturunan tionghoa

Biar bagaimanapun juga pertarungan ini tidaklah adil dan merusak demokrasi pancasila. Ahok adalah korban politik curang oleh orang-orang yang haus kekuasaan, mereka pasang spanduk provokatif sana sini demi menarik simpati masyarakat, tapi tidak apa-apa kebenaran selalu menyengat belakangan, kita percaya bahwa tidak ada yang abadi. 

Pesan kami untuk Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI 5 tahun kedepan, stop SARA jika anda tidak mau mati oleh SARA. 

Salam NKRI


Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK