Langsung ke konten utama

Pelaku Penusukan Anggota Polisi di Polres Banyumas Terlibat ISIS

Pelaku penyerangan sejumlah anggota polisi di Polres Banyumas, Jawa Tengah memilih bungkam saat diperiksa oleh tim penyidik kepolisian setempat.
Pelaku berinisial MI, 22 tahun, menabrakkan sepeda motornya terhadap seorang anggota polisi dan membacok dua anggota polisi lainnya di Polres Banyumas, kata juru bicara polisi setempat.
"Pelaku masih bungkam," kata Kasubag humas Polres Banyumas, AKP Icuk Sukiah kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (11/04) siang.
Namun, katanya pula, "Kalau ditanya, (pelaku) suka (teriak) Allahu Akbar, Allahu Akbar!"
Menurut polisi, sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku yang mengendarai sepeda motor menerobos ke halaman Polres Banyumas.


"Dia kemudian langsung menabrak seorang anggota polisi," ungkap Icuk.
Sesudahnya, pelaku lari, dan sejumlah anggota polisi lainnya berusaha mencegatnya. Saat itulah, MI, si pelaku, mengeluarkan senjata tajam. "Dan membacok anggota polisi yang menghalang-halanginya," tambahnya.
MI akhirnya berhasil dibekuk oleh beberapa anggota polisi lainnya. Saat ini, "masih dalam penyelidikan," kata Icuk.

Selendang berlogo ISIS

Polisi belum bisa memastikan latar belakang dan motivasi penyerangan tersebut dan masih mengorek keterangan dari pelaku.
Sejumlah laporan menyebutkan MI adalah warga Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jateng.
Saksi mata menyebutkan pelaku mengenakan kemeja dan celana hitam serta mengenakan syal atau selendang.
Menurut sejumlah saksi mata, selendang itu bergambar lambang ISIS dan polisi telah mengukuhkannya seperti dikatakan pejabat penerangan Polda Jateng dalam wawancara dengan televisi, Selasa petang.
Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan mengatakan bahwa serangan di Polres Banyumas ini "kemungkinan" terkait dengan tindak terorisme.
"Sekarang sedang kita dalami," kata Tito Karnavian, Selasa siang.
Serangan kelompok terduga terorisme terhadap anggota kepolisian sebelumnya terjadi di Kota Tuban, Jawa Timur, Sabtu (08/04) lalu. Enam pelaku serangan kemudian tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan.
Dari berbagai aksi terorisme belakangan mengungkapkan aparat kepolisian menjadi sasaran serangan.

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK