Langsung ke konten utama

Mengharukan, Sumarsono Beri Apresiasi Kepada Polisi Yang Menolong Ibu dan Balita Yang Ditodong, Ini Jumlahnya

Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi terhadap Aiptu Sunaryanto atas aksi heroiknya menyelamatkan seorang ibu dan balita yang disandera dalam angkot KWK T25 di Rawamangun, Jakarta Timur. Pemprov terkesan atas panggilan hati Sunaryanto yang beraksi selamatkan warga padahal tidak sedang bertugas.

"Maka atas sikap dan panggilan untuk menolong sesama, kita Pemprov apresiasi pada polisi," ungkap Pelaksana gubernur (Plt) DKI Jakarta Sumarsono usai memberi penghargaan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/42017).



Apresiasi disampaikan dalam bentuk piagam penghargaan dan santunan. Aiptu Sunaryanto menerima langsung dari Plt Gubernur, di tengah acara Apel Kesiapsiagaan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

"Semoga bisa memberikan semangat berupa piagam penghargaan dan uang secukupnya sebagai sekadar untuk ikatan batiniah saja, untuk apresiasi. Gak banyak Rp 10 juta saja," terang lelaki yang juga menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah ini.

Ia menambahkan bahwa segala profesi patut diapresiasi. Tindakan atas kepedulian Aiptu Sunaryanto bisa dijadikan panutan.

"Untuk berikan semangat sehingga ini hanya contoh saja. Tapi aparat lain juga. Ada petugas lain termasuk TNI, relawan, dan lain-lain, bahkan wartawan juga patut diapresiasi karena itu penghargaan atas (tindakan) menyelamatkan manusia," ujarnya.

Sebelumnya pada Rabu (12/4) kemarin Aiptu Sunaryanto yang merupakan anggota Satlantas Jakarta Timur, juga mendapat apresiasi dari Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Menurutnya perbuatan Aiptu Sunaryanto berkontribusi bagi nama besar kepolisian.

"Itu wujud anggota yang memberikan kontribusi yang positif kepada kepolisian. Saya yakin nanti survei pasti kita akan naik kembali. Terima kasih kembali, hormat saya kepada saudara, teruskan prestasi ini kepada seluruhnya," tutup Iriawan.

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK