Langsung ke konten utama

Mau RASIS, Baca Ini Dulu


Temanku datang kerumah dengan wajah sedikit memerah ia berkata kepadaku, "Kamu tau gak, kita ini harus membela negara ini. Kita ini dijajah oleh orang Cina, mereka ada dimana-mana buka toko dimana-mana, mereka punya perusahaan dimana-mana". Tegasnya sambil menatap tajam kepadaku seolah melampiaskan kemarahannya, aku yang dari tadi bingung menatapnya sambil ku kerutkan dahi dan bertanya,"terus masalahnya dimana?" tambahku.

"Masak kamu tidak tau sih, mereka itu sudah merajalela merampas hak kita" timpanya garang.
Ku ambil air putih segelas untuknya sambil tersenyum aku bertanya lagi " terus yang diambil dari kita itu apa?"

Dengan nada yang sedikit jengkel dia menjelaskan kepadaku " Kamu in percuma ya sekolah tinggi-tinggi bahkan sarjana hukum. Coba kamu perhatikan mereka berdagang disana semua orang belanja ditoko mereka dan mereka setiap hari bertambah kaya dan kaya". Aku langsung menambahkan dengan nada provokativ untuk membuka akalnya yang mulai sumbat ayat, "Ya bro, sama aku juga benci dengan orang arab diindonesia ini, mereka itu merajalela di neagara kita ini, mereka telah berkembang biak dan betambah banyak. Mereka berbisnis diindonesia, bisnis emas, bisnis sembako bahkan mereka menyebarkan agama islam diindonesia sampai kepelosok negeri". Timpalku dengan nada yang sengaja ditinggikan.

Ia mulai kebingungan dan protes kepadaku, "loh kok kamu bawa-bawa arab sih? mereka itukan tujuannya suci menyebarkan agama islam walaupun mereka itu keturunan arab".

"Lah, terus masalahnya dimana dengan orang cina, masak karena mereka bukan penganut agama Islam terus kamu semena-mena terhadap mereka, menuduh mereka bersikap tidak adil dengan kamu, bukankah saudarimu bekerja diperusahaan cina, bukankan Indonesia ini besar berkat campur tangan mereka juga, seperti saudara kita yang keturunan arab dan yang lainnya?" Tambahku dengan senyuman.

Aku melihat ia mulai bingung, sambil mengajak ia ke dapur kubuatkan ia secangkir kopi dan mengambil bakpao dibawah tudung dan kuhidangkan untuknya "nih makan dulu sambil ngopi" kataku.

Tanpa pikir panjang ia mengucapkan terimakasih sambil mencicipi bakpao dan menghirup kopi hitam yang kubuat. Aku pun bertanya kepadanya, "kamu tau gak asal usul Bahasa Indonesia?" Ia menggeleng tanda tidak tahu, aku menjelaskan kepadanya dengan sabar "Bro, bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa melayu dan serapan dari berbagai bahasa asing yakni bahasa Arab, China, Belanda, Sansekerta dan banyak lagi, sehingga jadilah bahasa indonesia kita yang sekarang ini". Timpalku dengan mantap sambil ku buka laptop dan menunjukan kepadanya asal-usul bahasa Indonesia di situs Wikipedia.


Dengan wajah sedikit memerah dan malu ia mulai tersenyum dan berkata "oh, begitu ya bro. Ya sih bro, aku sih dengar dari ceramah ustadz di masjid, dia bilang kita tidak boleh kalah dengan cukong-cukong yang punya toko besar, jangan sampai jadi penjual tahu saja, katanya bro waktu ceramah".

"Coba kamu perhatikan kata-kata yang barusan kamu katakan tadi, kata (Masjid) itu bahasa arab, (Cukong dan tahu) itu bahsa cina", kataku mantap meyakinkannya.

"Oh begitu ya bro, waduh berarti selama ini aku pikir orang pribumi itu hanya kita ya bro, ternyata mereka juga pribumi" tambahnya sambil angguk-angguk kepala dan mulai mengerti. Ku suruh ia menghabiskan kopi dan bakpaonya supaya kami segera keluar karena kebetulan aku ingin mengajaknya jalan -jalan agar ia bisa mengerti bahwa RASIS itu adalah kanker dalam hati dan otak kita.

Selesai minum kopi dan makan bakpao, kami sambil berjalan keluar aku bertanya kepadanya, "Bagaimana bakpaonya, enak?", ia menjawab "enak sekali bro ada daging ayamnya, dimana kamu beli" tanyanya sambil melangkah dan menatapku, dengan tersenyum aku menjawab, " Dikasih ama teman namanya Mei mei tetanggaku oran cina". Sambil ku rangkul bahunya dan berkata "Saudara itu bukan hanya sedarah, tapi saudara itu adalah cinta dan kasih kepada sesama tanpa pandang SUKU, AGAMA dan RAS katakku sambil berjalan. Ku melihat senyum diwajahnya tanda otaknya mulai encer dan tidak sumbat oleh provokasi dan ISU SARA.

Salam waras 2017

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK