Langsung ke konten utama

Mantap...Jokowi Nyoblos di TPS 04 Gambir Besok, Pilihan Adalah Ahok


Presiden Joko Widodo akan kembali menyalurkan hak pilihnya untuk Pilkada DKI 2017 putaran kedua besok. Jokowi akan mencoblos di TPS lokasi pencoblosan pada putaran pertama 15 Februari lalu.

"Pastilah beliau akan menggunakan hak pilihnya di TPS yang sama pada waktu itu. Jadi beliau dengan Ibu akan menggunakan hak pilihnya di TPS yang sama," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Jokowi akan mencoblos bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Saat ditanya soal pilihan Jokowi, Pramono tak bisa menjawabnya.

"Untuk pilihan, hanya Presiden yang tahu. Kita nggak boleh menduga-duga," sebutnya.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sebelumnya mencoblos untuk Pilkada DKI putaran pertama di TPS 04 Gambir, Jl Tanah Abang Timur, Jakarta Pusat. Lokasinya berada di depan kantor Dewan Nasional Indonesia untuk Kesehatan Sosial.

Namun lokasi TPS putaran kedua akan berubah. Lokasinya bergeser beberapa meter di sebelahnya, tepatnya di halaman Universitas Bank Mandiri. Namun tetap dengan nama TPS 04 Gambir.

Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama anggota keluarganya akan memberikan hak politiknya di TPS 03 Darmawangsa, Kecamatan Pulo, Jakarta Selatan. JK dijadwalkan mencoblos pada pukul 10.00 WIB besok. (detik.com)

Penjelasan Tim Investigator Lintas Cyber Markibong, cieee ileeee...huhuy...kayak lalu lintas aja Markibong ini.

Oke, perlu anda ketahui bahwa suara Presiden Joko Widodo sudah bisa kita tebak akan memilih siapa dan nomor berapa. Ini penjelasan kami beserta bukti-buktinya bahwa Jokowi memilih Ahok.

1. Presiden Jokowi pasti akan memilih sahabatnya yang pernah bertarung mendampinginya waktu ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sebelum ia menjadi Presiden, Siapakah dia? Basuk T Purnama alias Ahok.

2. Presiden pasti memilih kandidat yang satu Visi dan Misi dengan dia yakni memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme di negeri ini dan Ahok termasuk kriteria itu. ni bukti videonya



3. Jokowi sangatlah menganggumi sosok Ahok ini karena kecerdasannya membangun jakarta dengan serapan anggaran 40% Ahok mampu membangun jakarta, simpang susun semanggi dan MRT yang nilai triliunan.

https://news.detik.com/berita/d-3430462/ini-yang-dibahas-jokowi-dan-ahok-di-mobil-ri-1

4. Jokowi tidak mungkin coblos Anies, pertama Anies pernah ia pecat dan tidak becus dalam bekerja, kedua Anies bukan tipe Jokowi dalam menata Jakarta.

5. Jokowi tidak akan memilih Anies yang dibelakangnya adalah ormas radikal yang siap menelan Jokowi kapan saja dan bisa mengganggu kamtibnas.

6. Jokowi pasti memilih Ahok karena Ahok mampu mewujudkan keadilan sosial kepada selauruh rakyat Jakarta sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Buktinya cari sendiri di Google, hehehehe..

Oke saudaraku, Jika pak Presiden Jokowi saja sedang belanja sandal jepit, banyak netizen tanya apa mereknya dan pasti banyak yang beli. Jika pak Presiden Jokowi memilih Ahok, apakah kalian tetap mengikuti jejaknya dalam memilih yang terbaik bagi jakarta?

Tentukan pilihan terbaimu besok yang jelas, anda bebas dari ancaman radikal jika Ahok memimpi jakarta dan akan sejahtera.

Salam 3 jari dikurang 1 = 2




Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK