Langsung ke konten utama

Mantap...Amerika Sangat Serius Ingin Menghancurkan ISIS Menggunakan "Induk Dari Segala Bom"

Penggunaan bom dahsyat yang dijuluki 'Induk dari Segala Bom' ke basis kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Afghanistan 'semata-mata didasarkan pada alasan taktis'.
Hal ini disampaikan komandan militer Amerika Serikat paling senior di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, yang mengatakan bahwa penggunaan bom nonnuklir paling dahsyat ini bisa dipahami.


Jenderal Nicholson mengatakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb tersebut adalah jenis senjata yang tepat untuk menyerang sasaran pangkalan kelompok militan di Provinsi Nagarhar di Afghanistan timur.
"Secara taktis, ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan GBU-43 ... kami tidak akan mengendurkan upaya dalam misi menghancurkan ISIS (di Afghanistan). Tidak boleh ada tempat berlindung bagi teroris di Afghanistan," kata Jenderal Nicholson, dalam keterangan kepada para wartawan hari Jumat (14/04).

Tentara AfghanistanHak atas foto

Tentara Afghanistan menunjuk ke kawasan yang menjadi sasaran 'Induk dari Segala Bom' hari Kamis (13/04).

Ia juga mengatakan serangan ini tidak menimbulkan korban di pihak sipil. Di sisi lain, bom masif itu menghancurkan persenjataan ISIS 'dalam jumlah besar'.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bom menghantam area di Lembah Momand, yang menjadi lokasi jaringan gua-gua sepanjang 300 meter.
Pejabat setempat, Ismail Shinwary, kepada BBC mengatakan pasukan khusus Afghanistan yang didukung Angkatan Udara AS mulai beroperasi di sekitar sasaran serangan sekitar 13 hari lalu.
Kelompok ISIS sering diserang tapi 'yang tadi malam adalah yang paling dahsyat'.
"Ledakan bom terbesar yang pernah saya saksikan," ujar Shinwary.
Para pejabat Afghanistan mengatakan sekitar 36 milisi ISIS tewas, sementara ISIS membantah serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban di pihak mereka.

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK