Langsung ke konten utama

Isu SARA Mampu Menggerus Suara Ahok-Djarot


Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menelan pil pahit dalam putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Berdasarkan hasil hitung riil (real count) yang dirilis oleh Komisis Pemilihan Umum, pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno unggul dengan selisih 15,9 persen dari Ahok-Djarot. 

Ahok-Djarot mengumpulkan 42,05 persen atau 2.351.438 suara selama putaran kedua. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan hasil putaran pertama sebanyak 42,96 persen atau 2.357.785 suara.

Tergerusnya suara Ahok-Djarot dalam putaran kedua disebabkan beberapa hal. Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebutkan penurunan suara yang diperoleh Ahok-Djarot tersebut karena adanya migrasi pemilih massa mengambang (swing voters) yang beralih mendukung Anies-Sandi. 

Karyono mengatakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang menyerang Ahok menjadi faktor yang menggerus suara masa mengambang. 

“Isu SARA memiliki pengaruh yang lebih dahsyat dan sulit untuk dilawan, terbukti hal itu mampu menurunkan elektabilitas Ahok-Djarot,” kata Karyono dihubungi CNNIndonesia.com. 
Padahal bila melihat tingkat kepuasan, mayoritas warga Jakarta puas dengan kinerja kepemimpinan Ahok-Djarot. 

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (Indikator) mengatakan sebanyak 76 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Ahok. Adapun lembaga survei Median menyebutkan sebanyak 65,6 persen responden puas dengan kinerja sang petahana. 

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Ikhsan Darmawan mengatakan hal yang sama. Kasus dugaan penistaan agama dianggap berefek signifikan dalam menentukan pilihan. Hanya para pemilih yang melihat ukuran kinerja semata yang memilih Ahok. 

“Angka 42 persen yang memilih Ahok itu sepertinya memang sudah mentok enggak bisa naik lagi," kata Ikhsan dihubungi CNNIndonesia.com. 

Di samping serangan isu SARA, kedua pengamat menganggap partai pendukung Ahok-Djarot kurang solid dibandingkan seterunya. Karyono melihat kinerja dari partai pendukung Anies-Sandi kompak, terstruktur, sistematis, dan masif dalam bekerja dan manajemen isu. 
Mengapa jumlah suara Ahok-Djarot turun? Konvoi para pendukung Anies-Sandi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
"Partai pendukung pasangan nomor tiga, mereka betul-betul kerja dan turun ke basis pemilih sementara kalau kita lihat dari kinerja tim pasangan calon nomor dua dari segi partai tidak menunjukkan kekompakan," kata Karyono. 



Seperti diketahui, Anies-Sandi disokong oleh Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Idaman, Partai Bulan Bintang dan Perindo. Tak hanya partai, kelompok massa yang menyerang Ahok dengan isu agama pun mendukung Anies-Sandi. 

Sebaliknya, kata Karyono, partai pendukung Ahok-Djarot yang kurang solid. Dari deretan partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar, Hanura, NasDem, PPP, PKPI, PSI dan PKB, dia menilai hanya PDIP yang tampak bekerja. 

Di antara partai pendukung pun tampak terjadi perpecahan suara, seperti beberapa orang Golkar yang menyeberang ke Anies-Sandi. 

Karyono juga menilai masuknya beberapa partai pendukung seperti PKB dan PPP tidak optimal dan terlambat. 

“Meskipun ada PKB sebagai simbol partai Islam yang seharusnya bisa melawan dan menipis isu SARA, tapi kan faktanya itu tidak mudah," kata Karyono.

Ikhsan menyatakan kerjasama Ahok-Djarot dengan banyak partai tak berefek hingga ke tingkat akar rumput. "PPP dan PKB bergabung ke dalam koalisi Ahok-Djarot, namun para pemilihnya enggak cukup solid dan patuh terhadap partai,” kata Ikhsan. 

Ikhsan menambahkan, isu pembagian sembako yang menimpa kubu Ahok-Djarot sebagai faktor yang menggerus suara. “Berefek kepada pemilih yang tidak suka dengan politik uang,” kata dia
.

Postingan populer dari blog ini

Bongkar...Video Mesum Ustadz Azhar Idrus, Ulama Cabul Yang Getol Dipakai FPI dan HTI

Siapa yang tidak kenal dengan Ustadz Azhar Idrus ini, seorang Ulama yang laris manis dimalaysia dan indonesia dengan gaya ceramah yang Inkonvensional, cerdas, singkat dan jenaka. Awalnya , Ia  biasa berceramah di sekitar masjid-masjid dan surau-surau di pelosok Malaysia.  Dan sekarang ia semakin terkenal saat ia berceramah bersama Zizan Raja Lawak (seorang komedian malaysia). Ustadz ini juga sering mengunggah rekaman ceramahnya ke YouTube, dan aktif menjawab berbagai pertanyaan di akun Facebook pribadinya. Tapi siapa sangka, terkuak Video Porno Ustad ini sejak tahun 2014 dan bahkan Ia juga sering diundang oleh FPI dan HTI, wow...11 dan 12 dengan Habib Rizieq kasus firza hot. Oke sekarang kita mengerti, mengapa mereka ini begitu getol dakwah tapi malah berzinah. 1. Dakwah mereka hanya untuk mencari nafkah bukan hidup untuk ibadah. 2. Mereka dakwah hanya untuk  popularitas bukan untuk prioritas jadi jangan heran jika ulama-ulama gini banyak tersandung kasus hukum bahk

Markibong Berjanji Bongkar Kembali Agenda Rizieq Shihab Jika Tidak Berubah

Riziq, oh Rizieq. Semakin membabi buta saja kelakuanmu, dari mendoakan pendukung Ahok menderita dunia dan akhirat, engkau juga mencuci otak Dewan Masjid Indonesia dengan menolak bantuan yang datang dari Ahok kepada masjid-masjid dan mengharamkannya. Ok, sudah aksi 411, 212, 112, Tolak mayat dan yang ini menolak bantuan dan mengharamkan jika yang menyumbangkannya adalah Ahok ataupun relawan Ahok. Dimana kewarasanmu? Kamu itu menanamkan bibit kebencian kepada generasi muda. Kamu itu penghasut masyarakat. Kapan kamu akan sadar, kamu mengaggap dirimu adalah orang utusan Allah padahal Allah tidak ada mengutus orang gila seperti kamu apalagi melantik kamu jadi Imam Besar Umat Islam Indonesia, yang ada congormu dan orang-orangmu yang sumbu pendek itu mengaku-aku saja. Sebenarnya kami ini lelah dengan kelakuanmu ini, oleh sebab itu kami akan melepaskan sorbanmu, melucuti jubahmu satu persatu bahkan topengmu tak akan lagi menempel diwajahmu agar dunia tahu siapakah kamu. Semoga

Tujuan ISIS Dibentuk dan Tokoh-Tokoh Yang Terlibat Dalam Rencana Jahat di Indonesia

Berita ini kami muat untuk menambah wawasan anda dan agak sedikit panjang penjelasanya, jika anda tidak punya waktu lebih dari 10 menit lebih baik anda tunda untuk membacanya. Tapi jika anda peduli pentingnya wawasan dan pengetahuan tentang dan peranan ISIS untuk menghancurkan NKRI dan generasi muda jatuh dalam paham para radikalis, kami merekomendasikan anda membaca pelan-pelan dan menyimak kata demi kata dalam tulisan ini. ISIS didirikan pada tahun 1999 oleh Abu Musab al-Zarqawi yang berasal dari Yordania dan termasuk orang yang paling dicari di irak dan yordania karena sering terlibat dalam serangkaian serangan terhadap tentara dan kepolisian, termasuk warga sipil. Zarqawi tewas terbunuh dalam operasi serangan udara militer Amerika Serikat pada tanggal 7 juni 2006 di Ba'qubah, Irak. berikut sejarah ISIS: 1. Kelompok ini didirikan tahun 1999 oleh seorang radikal Yordania, Abu Musab al-Zarqawi, dengan nama  Jamāʻat al-Tawḥīd wa-al-Jihād , "Organisasi Tauhid dan Jihad