Langsung ke konten utama

Ini Tamparan Keras Jokowi Untuk Politikus Yang Selalu Politisasi Agama, Singgung Anies?


Beberapa waktu belakangan ini, Presiden RI Joko Widodo sering kali menyampaikan pernyataannya tentang politik. Kali ini Jokowi mengatakan tujuan berpolitik adalah dalam rangka bekerja untuk mengabdi.

Hal itu disampaikan Jokowi melalui halaman Facebook resminya, Presiden Joko Widodo, yang diunggah pada Senin (10/4/2017). 

"Berpolitik itu adalah dalam rangka bekerja untuk mengabdi. Bukan untuk yang lain-lain," kata Jokowi. 

Jokowi: Berpolitik Itu Kerja untuk Mengabdi, Bukan yang LainFoto: Facebook Presiden Joko Widodo

Jokowi mengatakan orang-orang yang berkecimpung di dunia politik adalah yang memiliki mimpi besar. Tak hanya bergelut di dunia itu saja. 

"Dan orang-orang yang terpanggil untuk bekerja di bidang politik memang harusnya adalah orang-orang yang memiliki mimpi besar," ucap Jokowi. 

Saat ini, posting Jokowi tersebut mendapat 5.400 Like dan 222 komentar.


Postingan Jokowi di Facebook.Posting Jokowi di Facebook. (Foto: Facebook Presiden Joko Widodo)

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan pernyataan yang sempat ramai diperbincangkan, yakni persoalan politik dan agama harus dipisah. Urusan keduanya tidak boleh disatukan. 

"Inilah yang harus kita hindarkan. Jangan sampai dicampuradukkan antara politik dan agama, dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," kata Jokowi di Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, seperti yang disampaikan oleh Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (24/3).

Pada Sabtu (8/4) lalu, saat meresmikan Masjid Arifah Istiqomah di Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jokowi kembali membahas tentang agama dan politik. Menurutnya, agama jangan dijadikan komoditas politik.

"Jangan sampai agama dipolitisasi menjadi komoditas. Artinya bukan juga memisahkan nilai agama dalam politik. Misalnya dalam membuat kebijakan. Jika tanpa dilandasi agama, moralitas, kejujuran, pengabdian, pasti luput kebijakan itu," ujarnya. 

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK