Langsung ke konten utama

Ini Ceramah Idrus Tentang Dosa, Dan Pantas Saja Sering Berbuat Dosa, Yuk Langsung ke Tekape

Viral video skandal Ustaz ini kami bongkar, dan saat ini kami sedang mengajak anda untuk berpikir mari jadilah Islam yang benar dan kembali kejalan yang benar. Ustadz anda boleh saja melakukan dosa tapi jangan anda jadikan dia dewa yang dipuja. Karena ustadz juga manusia.


Berikut kami kutip ceramahnya tentang dosa, ceramah dalam video tersebut berbahasa melayu tapi kami terjemahkan dalam bahasa indonesia.


"Orang yang melakukan dosa ada dua kategori. Kategori yang pertama yang Allah sayang, kategori yang kedua yang Allah benci. Mana kategori pelaku dosa yang Allah sayang? Yaitu mereka yang melakukan dosa, mereka merasa takut kepada Allah, lalu menyesal didalam hati". Ujarnya.

"Orang ini Allah sayang, dia merasa takut kepada Allah walaupun selepas ia berbuat dosa, karena masih ada iman dan takwa didalam hatinya". Tambahnya


Jadi kami simpulkan bahwa, ceramah Ustadz ini jelas, menyetujui umat jika berbuat dosa yang penting bertobat. Wah kayak gini yang kacau, jadi jangan heran kalau ulama kaum radikal dan garis keras senang berbuat dosa karena mereka menganggap bahwa Allah bisa mereka permainkan, berbuat dosa, bertobat lagi, berbuat dosa, bertobat lagi. Jika memang mungkin, janganlah berbuat dosa.

Yang perlu kita lakukan adalah berdoa kepada Tuhan minta kekuatan kepada Tuhan agar kita dapat melawan kehendak dan keinginan daging atau nafsu duniawi kita, bukannya berpikir bahwa kita bisa mempermainkan Tuhan.

Jadi saudara-saudariku, terbukalah mata hati anda dan belajarlah dari Islam moderat seperti NU.

Salam waras 2017

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK