Langsung ke konten utama

Heboh...Jokowi Kecewa Terhadap Raja Salman, Simak...

Presiden Joko Widodo menyatakan sedikit kecewa terhadap komitmen investasi Raja Salman ke Indonesia ketika dia berkunjung ke Jakarta pada Februari lalu.
Pernyataan itu dilontarkan Jokowi dalam sambutannya di Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/04) hari ini.

"Investasi yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia Rp89 triliun, memang besar sekali. Saat itu saya kaget sekali: Rp89 triliun!" katanya.
"Tetapi saya lebih kaget saat pada saat beliau ke Tiongkok, ke Cina. Beliau tanda tangan (kesepakatan investasi) kurang lebih Rp870 triliun! Padahal (sewaktu di Bogor) saya sudah payungi waktu hujan," katanya sambil diiringi riuh tawa penonton.
"Saya sudah nyetiri, saya setiri (mobil golf) sendiri, saya payungi sendiri kokdapatnya lebih kecil," sambung Jokowi.
Namun dia kembali menekankan bahwa rasa kekecewaan itu hanya sedikit, dan mengatakan akan menindaklanjutinya dengan menelepon Raja Salman.
"Semoga Indonesia mendapat lebih dari yang didapat Cina," tambahnya.


aHak atas fot

Raja Salman mengunjungi Indonesia pada awal Maret lalu untuk melakukan pertemuan bilateral di Jakarta dan liburan di Bali -yang kemudian dipanjang selama tiga hari.
Salah satu komitmen utama investasi yang telah disepakati Raja Salman di Indonesia adalah kerjasama dengan perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, senilai US$6 miliar atau Rp80 triliun.
Selain itu, Indonesia juga sepakat untuk menerima kucuran dana US$1 miliar atau Rp13 triliun dari Saudi Fund Development, untuk keperluan pembangunan infrastruktur, air minum dan perumahan.
Namun, ketika ditanyakan kepada rincian kerja sama dan waktu pengucuran dana, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tidak menjelaskan secara rinci karena 'masih akan dibahas lebih lanjut di tingkat menteri.'

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK