Langsung ke konten utama

Bongkar...Tommy Ketakutan Hadiri panggilan Polisi Terkait Kasus Makar


Penyidik Polda Metro Jaya menjadwal ulang pemeriksaan putra bungsu Presiden kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, sebagai saksi kasus dugaan makar Firza Husein.
Keterangan Tommy diperlukan penyidik untuk mengetahui keterkaitannya dengan tersangka Firza Husein yang menjadi Ketua Solidaritas Sahabat Cendana (SSC).
"Kami ingin melihat apakah ada korelasi atau tidak berkaitan dengan apa yang disampaikan Firza dan yayasan Sahabat Cendana. Nanti akan didalami di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes  Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (1/4/2017).
Argo mengakui, Firza Husein membantah ada kaitan Tommy Soeharto dengan yayasan SSC maupun dugaan makar yang disangkakan kepadanya. Oleh karena itu, keterangan Tommy Soeharto diperlukan penyidik untuk mengonfirmasi fakta sebenarnya.
"Makanya kami ingin mintai keterangan Tommy, apakah ada hubungan atau enggak," katanya.
Firza Husein merupakan satu dari 10 tokoh yang ditangkap petugas Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2016 atau jelang aksi 212, karena dugaan terlibat rencana makar terhadap pemerintah.
Untuk melengkapi berkas penyidikannya, penyidik menjadwalkan pemeriksaan Tommy Soeharto sebagai saksi kasus makar untuk tersangka Firza Husein pada Jumat (31/3/2017) kemarin. Namun, pemeriksaan gagal dilaksanakan karena Tommy Soehartp tidak memenuhi panggilan.
Pihak penasihat hukum Tommy Soeharto menyatakan hal itu dikarenakan belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari penyidik.
Namun, pihak polda menyatakan surat panggilan itu sudah diterima oleh pihak Tommy, karena ada tanda tangan penerimaan surat tersebut.
"Kami belum dapat alasan pastinya enggak datang karena apa. Untuk jadwal ulang pemeriksaan, nanti kami cek lagi agendanya kapan," sebut Argo. 
Mau racun tom?

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK