Langsung ke konten utama

Biarkan Bangsa Ini Tenang, Ahok Telah Kalah dan Tenanglah Semuanya


Berseliweran kalimat, "Biarkan bangsa ini tenang". Kalimat ini di dengungkan oleh pendukung Anies-Sandi ketika mengetahui jagoan mereka menang dalam hitungan cepat pilkada DKI 19 April lalu. 

Masyarakat sudah pasti tau bahwa Ahok tidak akan mereka biarkan memimpin Jakarta 5 tahun lagi karena kesempatan mereka untuk "bermain mata" hampir tidak ada jika Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. 

Bagaimana bangsa ini bisa tenang sementara mereka sendiri yang "membakar". Dugaan penistaan agama hanya sebagai alasan mereka saja untuk memulai kegaduhan dengan mengancam akan menurunkan massa berlaksa-laksa, menurunkan Jokowi dan penjarakan Ahok. Permintaan maaf Ahok tidak digubris oleh para "Ulama-ulama jalanan ini", mereka bak drakula haus akan darah Ahok, tak perduli siang ataupun malam mereka dengungkan penjarakan Ahok dan hukum "si penista agama" seberat-beratnya.



Gila hormat, itulah predikat mereka. Mereka berteriak bela ulama ketika mereka sendiri tersandung kasus hukum, mereka menganggap bahwa didunia ini mereka sendirilah yang benar. Tapi anehnya, pengikut mereka kalangan cetek otak selalu saja mengagungkan mereka seolah mereka ini adalah malaikat yang jatuh dari plapon rumah yang selalu benar dan tidak pernah salah, bahkan parahnya lagi mereka dianggap orang yang suci tanpa dosa oleh pengikut mereka.




Lucu memang negeri ini, orang baik seperti Ahok dianggap ancaman oleh sejumlah masyarakat yang tidak sadar akan kebaikan Ahok. Ia dianggap sampah, dianggap biang rusuh tapi mereka lupa kalau kesejahteraan mereka selama ini tidak terlepas dari tangan dingin Ahok dan "mulut sampahnya" itu.

Waktu tidak bisa diulang lagi saudaraku, anda semua tau bahwa ketika Anies-Sandi menang semua elemen masyarakat menjadi tenang dan mereka bersorak atas kemenangan Anies-Sandi, "Allahu'akbar, si penista agama dan penghina ulama, kalah!!!" seru mereka disetiap sudut kota. Mereka menggemakan kemenangan mereka seolah mereka telah mengalahkan seorang raksasa padahal Ahok hanyalah sendirian. 7 juta umat mereka klaim sebagai dukungan umat islam seindonesia kenyataannya banyak umat islam yang tidak ingin nama mereka dibawa-bawa.




Sekarang bangsa ini telah tenang semenjak Ahok kalah, mereka tidak menurunkan massa lagi, tapi ternyata ketika Ahok dituntut jaksa 1 tahun penjara dan tidak ditahan, ulama cetek ini mulai gerah kembali dan ingin menurunkan massa untuk mengepung persidangan Ahok , mengapa tidak, mereka berharap bahwa Ahok ini benar-benar lengser dari jabatan gubernurnya dan tidak lagi turun kerja ke balaikota melainkan masuk penjara.



Penyakit hati dan kebencian ini tercermin dari sikap seorang yang katanya diberi gelar Habaib atau orang terkemuka dalam agama islam, justru menunjukan sikap yang tidak pantas seorang habaib. Ia menyimpan dendam dan sakit hati terhadap Ahok, satu-satunya obat yang bisa membuat mereka ini tenang atau sembuh adalah "Ahok dipenjara".

Mereka menuduh rezim Jokowi ini rezim PKI padahal kalau kita melihat kebelakang justru mereka yang terlihat seperti segerombolan PKI. Anarkisme, anti Nasionalisme dan pancasila sampai Rasialisme menjadi senjata utama mereka. Apakah itu bukan PKI?.




Siapa yang makar? apakah bukan dari golongan mereka yang ditangkap terkait kasus makar atau pemufakatan jahat ingin menggulingkan pemerintah?.

Ah, mereka lupa kalau mereka ini sedang menggali lubang bagi mereka sendiri dan mengubur diri mereka sendiri. Setiap tindakan mereka melawan hukum dan merekapun dihukum. Akhirnya, ormas mereka dibubarkan oleh pemerintah karena tidak ada faedahnya bagi banyak orang kata Sandiaga Uno.

Sekarang bangsa ini tenang, karena Ahok akan naik tingkat dan jauh lebih berpengaruh daripada menjadi Gubernur DKI, siap-siap saja semua preman ini dipaksa Jokowi dan Ahok untuk bertekuk lutut dibawah burung Garuda pancasila dan menghormati sang saka merah putih bukan kepada ideologi khilafah.




Akhir kata dari penulis Markibong, jadilah waras pada saat situasi menjadi gila janganlah kewarasan anda menjadi kegilaan yang sebenarnya.

Tinggalkan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini dan mari kita jaga NKRI dan saling menjaga satu sama lain.


Salam waras 2017.

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK