Langsung ke konten utama

Bahaya!!! Jika Anies Jadi Gubernur, Sebarkan...




Anies ini sama seperti seorang samurai yang telah diusir oleh gurunya karena keserakahan dan penghianatan kemudian beberapa tahun lagi datang dengan kegarangannya untuk membalaskan dendamnya.

Ia telah dipecat dari jabatannya sebagai seorang Menteri membuat dirinya yang dulu waras menjadi tidak waras ketika bertarung dalam pesta demokrasi di Jakarta ini.

Kampanye Provokatifnya melalui ormas-ormas radikal seperti FPI, FUI dan yang lainnya membuat Indonesia ini rentan untuk pecah. baru-baru ini kami melihat sebuah spanduk yang memuat program kerjanya jika ia menang jadi Gubernur dalam kontestasi Pilkada DKI ini, yakni program 100 hari Gubernur DKI Jakarta Wujudkan Jakarta bersyariah.

Ini merupakan spanduk provokatif dengan mudah saja dimanfaatkan orang untuk mengadu domba agar terjadi perpecahan antar suku, agama dan ras. Anies pura-pura lupa kalau Indonesia adalah negara majemuk bukan negara Islam. Pesan dalam spanduk tersebut kuat sekali untuk menggantikan Ideologi Pancasila yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dengan Ideologi radikalisme.

Kekhawatiran kami ternyata benar bahwa Indonesia menuju suriah jika orang ini menjadi Gubernur dan justru bisa menyebabkan perpecahan dikalangan masyarakat yang kental budaya Indonesia bukan budaya radikalnya.



Pergaulannya yang sangat intim dengan ulama-ulama Radikal seperti Rizieq Shihab, Al-Khataththath dan beberapa ulama lainnya membuat dirinya kehilangan akal sehat. Demi ambisinya ingin menjadi Gubernur, ia korbankan Bhineka Tunggal Ika, ia ikat Burung Garuda ditiang khilafah.


Coba kita perhatikan pada spanduk tersebut, tokoh-tokoh itu adalah tokoh anti NKRI Bhineka Tunggal Ika. Merasa Indonesia merupakan negara mayoritas Islam sehingga dengan seenak perut mereka ingin mengubah negara ini.


Sangatlah berbahaya jika Anies menjadi Gubernur. Beberapa hari yang lalu kami mengetahui bahwa Zakir Naik mengunjungi Indonesia dan berdakwah dibeberapa kota diindonesia, bahkan Polri pun memantau kegiatan Da'i provokator ini karena ia merupakan buronan Interpol India. Mengapa kami mengaitkan dengan Zakir Naik?

1. Zakir Naik diundang dalam konteks Pilkada DKI sedang berlangsung dan unsur politisnya sangat kental pada saat ia menyampaikan tentang Almaidah 51 di gedung MPR.

2. Zakir Naik memiliki agenda dan misi terselubung yang dimana ia ingin memastikan Indonesia merupakan ladang basah untuk menancapkan paham radikalisme dan memberikan sinyal kepada kelompok radikal di Indonesia.

3. Penyebaran agama islam dan mengislamkan non muslim secara masif ini merupakan sebuah bom waktu untuk terjadinya pecah belah dan ia manfaatkan kesempatan ini untuk kepentingannya.

Jadi dengan kedatangan Zakir Naik ke Indeonesia berpeluang memberikan kemenangan bagi Anies-sandi karena pesan Almaidah 51 yang di tafsirkan oleh Zakir Naik di Gedung MPR merupakan pesan kepada warga DKI untuk memilih Anies dan memecat Ahok. MPR memberikan Panggung Politik bagi Zakir Naik.

Anies ini Rasis. Dia memanfaatkan Warga DKI Jakarata yang tidak menyukai Ahok untuk menyampaikan pesan provokatifnya kepada warga lainnya bahwa Indonesia Bersyariah merupakan sebuah "pesan suci" yang harus ditegakkan dan dijalankan.

Bagi anda anak-anak muda, ada bisa membaca membaca isi pesan dalam spanduk tersebut, hak dan kebebasan anda dalam masa penjajakan pranikah akan dikebiri oleh Anies-Sandi jika mereka menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, siap-siap anda mendapatkan hukuman cambuk. Ini peringatan!!! Jaga NKRI.


Kami mencium aroma kehancuran di Indonesia, Kalimantan Merdeka, Papua Merdeka, Bali Merdeka, NTT Merdeka dan Pulau-pulau lain yang Mayoritas non Muslim akan Merdekakan diri, jika GERAKAN NKRI BERSYARIAH ini di terapkan. Jika tidak kita hentikan dari sekarang semua akan terlambat dan siap-siap Indonesia menjadi negara Suriah Kedua.

Salam NKRI

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK