Langsung ke konten utama

Pemakaian Sabu Oleh Ridho Mencapai Dosis 1 Gram Perhari, Benarkah? Simak...


Well kita bicara soal Ridho dulu, anak Raja Dangdut ini aslinya berkarakter baik, tidak sombong ataupun berkelakuan aneh. Pertanyaanya mengapa Ridho terlibat narkoba? Hanya Ridho yang tau.

Pemakaian Narkoba Ridho bukan hanya 6 bulan terakhir, tapi sudah pernah nyoba setahun lalu, waktu masih akting sinetron streaping "Malaikat Kecil dari India". Ridho merasa tegang dalam memerankan film tersebut sehingga ia berusaha membuat dirinya nyaman dengan mengkonsumsi narkoba jenis sabu ini.

Setelah berhasil menyelesaikan film tersebut dia memiliki pengalaman tersendiri dengan barang haram ini, akhirnya dia memutuskan untuk mengkonsumsi melebihi dosis yang ada sejak 6 bulan terakhir bersama teman-temannya. Pemakaian bisa mencapai 1 gram perhari, tapi bukan sendiri melainkan bersama dengan teman-temannya. jadi BNN jangan salah tafsir apa yang dikatakan oleh Ridho tentang pemakaian 1 Gram perhari itu benar adanya.

Jika Ridho ditahan atau menjadi tersangka, BNN salah kaprah, karena peredaran narkoba didalam Lapas pun masih merajalela, karena ada kemungkinan masih bisa menggunakan, yang tepat adalah rehabilitasi.

Soal Ridho dikabarkan jadi korban, ini adalah pembodohan publik. Korban adalah dia yang tidak tau itu narkoba dan sengaja diberikan atau dimasukan kedalam tubuhnya itulah yang dibilang korban. Ridho menggunakan narkoba atas kesadarannya sendiri dan permintaanya sendiri, bahkan dia memesan barang haram itupun sangat tidak rapi alias buka-bukaan.

Seperti penggunaan narkoba di lapas-lapas, aparat penegak hukumnya pun banyak bermain dalam menyeludupkan barang-barang haram tersebut kedalam lapas, jadi sangat mustahil narkoba bisa diberantas jika ditempat pesakitanpun masih beredar.

Untuk info bagi BNN, dibantaran kali rel kereta api priok, tepatnya disamping sekolah swasta, hingga saat ini, beberapa aparat sering mendatangi tempat itu dan berbagi jatah. SALAM MARKIBONG, MARI BERANTAS NARKOBA.



Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK