Langsung ke konten utama

Menyesal...Sopir Angkot Terancam Hukuman Mati, Peringatan Bagi Anda Untuk Mengontrol Emosi


Nasi sudah menjadi bubur begitulah pepatah lama. Anda cari rejeki dengan cara yang tidak benar bukanlah berkat bagi keluarga anda, apalagi anda sampai membinasakan orang lain demi sesuap nasi. Banyak hal yang kita pelajari dari pengalaman hidup orang lain agar kita bisa lebih mawas diri dan tidak terjebak dalam pusaran emosi sesaat yang bisa berujung fatal bagi kita.

Sopir angkot penabrak Grabbike sebenarnya hanya emosi sesaat karena merasa dia tidak mampu bersaing dengan sopir online yang notabene mereka lebih laris manis karena harga terjangkau dan mudah untuk memesan jasa ini melalui aplikasi. Tapi tidak sampai disitu saja, sopir angkot ini dengan nekad menabrak seorang sopir grabbike yang dia sendiripun tidak kenal siapa korbannya tersebut.

Kasihan nasib yang di tabrak karena harus menjadi korban, tapi patut jugakah kita merasa kasihan dengan penabrak? ya jelas, kita sebagai makhluk sosial yang tinggi kita sepatutnya merasa kasihan juga karena yang menabrakpun memiliki keluarga yang di tinggalkan dirumah, entah itu istri, anak dan orang tua.

Ingin mengubah waktu agar kembali satu jam saja sebelum emosi meledak ternyata tidak bisa karena waktu tidak dapat diulang kembali, si penabrakpun terancam di hukum mati karena diduga merencakan kejahatannya. Keluarga merintih mendengarkan apa yang di ucapkan oleh penegak hukum bahwa pelaku terancam hukuman mati. Menangis? apalah artinya.

Sebelum kita melakukan tindakan bodoh ada lebih baiknya kita merenung sejenak apakah perbuatan kita merugikan orang lain atau apakah kita yang akan rugi. Berdoa kepada Tuhan adalah cara yang tepat ketika kita sedang bekerja agar rejeki kita selalu mengalir seperti air, dan janganlah kita berlaku curang dengan cara-cara yang tidak terpuji karena akan membuat kita menderita selamanya seperti yang terjadi dengan sopir angkot ini yang terancam hukuman mati. Simak beritanya berikut ini, dan semoga kita bisa belajar untuk menjadi orang yang lebih sabar.

Berita di kutip dari kompas.com

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK