Langsung ke konten utama

Malang Nasib Nopi Tewas di Tangan BNN di Aniaya Hingga Tewas, Ini Kronologinya



Kasus penikaman anggota BNN Kaltim dalam operasi narkoba di jalan kakap samarinda mengisahkan misteri, terduga Laode Nopiyandi alias Nopi dijemput paksa oleh petugas pada 28 Desember 2017 dengan pemukulan dari anggota polisi di depan kedua orang tuanya.

Dia dianiaya walaupun dia sempat membantah bukan dirinya pelaku penikaman tersebut tetapi petugas tidak menghiraukannya bahkan mereka menghakiminya sebagai orang yang bersalah. Siapa sih yang tidak merasa geram dengan kasus ini, tapi hak sebagai warga negara Indonesia, kita juga layak mendapatkan perlakuan yang  baik dari penegak hukum seperti kepolisian yang merupakan pengayom masyarakat bukannya di dera seenak perut seperti yang dilakukan oleh petuga yang menangkap Nopi.

Karena kasus salah tangkap sering kali terjadi di negara kita ini. Okelah jika kita menempatkan Nopi sebagai orang yang bersalah dalam penikaman anggota BNN tersebut, tapi apakah adil sebagai masyarakat biasa yang juga butuh perlindungan yang sudah dibekuk terus dianiaya hingga tewas? tentu saja tidak. Dan yang lebih parahnya lagi salah satu dari anggota polisi itu yaitu Kompol Muhammad Daud mengancam Ibu korban dengan berkata


"Ibu siapkan saja kuburan dan kain putih untuk kubur anak ibu baik-baik"

Justru ini adalah sebuah ancaman dan pembunuhan terhadap Nopi ini merupakan pembunuhan yang di rencanakan oleh semua anggota kepolisian yang membekuknya, dan terbukti dengan foto tewasnya Nopi di tangan petugas.

Tulisan ini bukan bertujuan untuk menghakimi sepihak, tapi kami butuh keadilan mereka yang menganiaya mereka juga adalah pembunuh, sangatlah tidak masuk akal seorang nopi yang sudah dilumpuhkan dengan timah panas dilututnya di tuduh hendak melarikan diri hingga dia dianiaya sampai tewas? tidaklah masuk akal. Kronologi penagkapan terhadap Nopi akan kami publish berikut sesuai dengan kesaksian keluarga korban.







Tegakkan hukum tak pandang bulu, siapapun yang melindungi aparat yang membunuh harus di bongkar. Satu persatu kita akan telanjangi aparat yang dengan sewenang-wenang melakukan penaginayaan dengan berlidung dibalik kalimat pelindung "Kami melakukan sesuai prosedur".

Bongkar...!!!

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK