Langsung ke konten utama

Lulung dipecat, Gerindra Menampung, Cocok...


Hahaha, macam barang bekas saja lulung ini, kadang saya tertawa melihat kelakuannya yang sok jago, mulai janji potong hidung sampai janji potong kuping. Sekarang lulung bagaikan serigala tak bertaring, habis dimakan rayap, bagaimana bisa dia di pecat oleh parpolnya PPP? ya karena dia mendukung Anies.

Sementara partai berlambang Ka'bah itu mendukung pemerintah jelas mendukug Ahok-Djarot. Namanya juga dendam kesumat ama ahok karena tana abang gak jadi lahan "nambang" lagi oleh Lulung

Semakin sakit hati dia akhirnya mengeluarkan pernyataan bahwa pemecatannya tersebut tidak sah, sementara dia pernah mengatakan bahwa dirinya siap dipecat dari parpol kalau tidak mendukung Ahok, takut juga di pecat ama istri, ketuk pintu kamar gak dibuka alias gak dapat jatah harian.

Nah, kocaknya lagi, Fadli Zonk ini justru bilang Gerindra menampung barang bekas PPP yang udah usang gak berguna begini, bagaimana mungkin sih Gerindra menampung Lulung? ya iyalah, merekakan sekelompok rongsokan yang tidak diterima dimassyarakat karena mulut mereka penuh dengan kotoran dan otak mereka penuh dengan  hawa nafsu kekuasaan.

Partai Gerindra siap menampung Abraham Lunggana (Lulung) yang dipecat oleh PPP kubu Djan Faridz. Syaratnya, Lulung harus memiliki semangat perjuangan yang sama. 
"Kalau Gerindra itu, semua yang mau bergabung, berjuang bersama, kita tampung. Kita kan wadah perjuangan. Parpol ini kan alat perjuangan. Jadi siapa yang merasa ada kesamaan visi misi sikap ya pasti kita ini," kata Waketum Gerindra, Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017). 
Hal itu disampaikan Fadli saat ditanya apakah Gerindra terbuka untuk menerima Lulung. Meski demikian, Fadli yakin Lulung akan lebih dahulu memperjuangkan posisinya di PPP. 
"Tapi saya kira saudara Lulung sudah lama di PPP dia pasti akan melakukan klarifikasi dan upaya internal di dalam," ucapnya. 
Pemecatan Lulung terjadi di tengah dualisme PPP yang masih terjadi, yaitu antara kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Oleh sebab itu, Fadli menilai pemecatan Lulung masih belum jelas. 
"Jadi yang mecat siapa, yang benar siapa juga kan kita nggak tahu. Apakah yang punya hak Romi atau Djan Faridz belum jelas. Ya kita lihat lah. Mudah mudahan nggak harus sampai pecat memecat hanya karena dukungan seperti ini apalagi secara internal kan mereka belum satu kesatuan," ungkap Wakil Ketua DPR ini. 
Sebelumnya diberitakan, Lulung mengaku belum terpikir parpol lain yang menjadi tempat berlabuh setelah dipecat PPP Djan. Namun, dia menyebut sudah banyak parpol yang meliriknya. 
"Ya partai lain banyak yang ngajak saya gabung," kata Lulung saat dihubungi detikcom, Senin (13/3/2017). (imk/erd)

Prabowo pasti tambah senang dengan bergabungnya Lulung dengan memasang gerbang dan ucapan selamat datang di depan pintu rumahnya "Selamat Datang Lulung, Kami Siap Menampung Anda" dengan teriakan dari Rizieq Shihab kepada kroninya, "Siap berjuang???, siap bela agama???, siapa bela allah???, siap dukung Anies-Sandi???, siap dukung Prabowo-Tommy jadi Presiden dan Wakil Presiden???. Takbirrrrr.......

Mereka ini cocok sekali bergabung, bak iklan rokok "gak ada loe gak rame" . Mereka selalu punya banyak cerita yang akan mereka ceritakan ketika mereka makan semeja, Lulung mulai menceritakan bagaimana dia bergabung di PPP dan membuat partai itu berhasil dengan cerita-cerita bohongnya, dan dengan senang si Fadli memuji dengan sinis, ya lah siapa yang gak tau Abang Lulung. (Karena kamu sakit hati ya silahkan bergabung di partai barisan sakit hati ini) Gumam Fadli dalam hati sembari memegang HP karena ada WA, dia terlibat kasus e-KTP.

Ah, terlalu indah untuk dilupakan, terlalu indah dikenangkan, kata lagu Koes Plus. ternyata di pecat itu gak enak, pantas Anies berjuang mati-matian sampai orang matipun dipakai untuk memenangkannya ingin balas dendam karena dipecat dari Mendikbud, begitupun lulung.

Salam secangkir kopi buat yang dipecat, bagi yang nampung siap-siap di sedot, karena yang ngeluh uang habis udah ada....

Sikat kak emma...

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK