Langsung ke konten utama

Fadli & Fahri Sering Mengkritik Jokowi, Siapa Sangka Mereka Makan Semeja Dengan Presiden


Presiden Joko Widodo berbincang bersama Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Fadli Zon, siang hari tadi, Senin (13/3). Perbincangan dilakukan di meja makan di teras belakang Istana Negara setelah Jokowi melantik 17 duta besar Indonesia untuk negara sahabat.

Sejak Jokowi menjabat Presiden, kritik keras kerap dilontarkan Fadli dan Fahri kepada pemerintah. Seperti saat Fahri menyebut Jokowi tak berdasar saat mengatakan demokrasi Indonesia kebablasan.

Fahri bahkan sempat mengkritik pribadi Jokowi ketika semobil dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Menurut Fahri, tak etis seorang Presiden semobil dengan terdakwa kasus penistaan agama.


Namun Paloh enggan mengungkapkan informasi apa saja yang disampaikan. Menurutnya, perbincangan mereka santai dan banyak guyonan.Sementara Fadli membuat puisi khusus mengkritik dua tahun kinerja Jokowi. Melalui puisi, Fadli menilai banyak tugas pemerintahan yang belum selesai seperti masih banyak pengangguran, hingga disebut kinerjanya hanya sebuah pencitraan.

Di sisi lain, Partai Gerindra—tempat bernaung Fadli—dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai Fahri, menjadi partai yang jelas-jelas menyatakan berada di luar pemerintah.

Namun siang hari tadi nampak berbeda. Tak hanya dengan Jokowi, Fahri dan Fadli juga terlihat akrab bersama perwakilan partai pemerintah seperti Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Mereka berjalan keluar dari Istana Negara bersamaan. Paloh mengatakan, dalam perbincangan singkat itu, mereka bersama Presiden dan Wakil Presiden saling berbagi informasi.


"Informasi pikiran tapi jokes sedikit. Barangkali kalau ada usulan Dubes ke depan mungkin bisa Bang Fahri. Ditanya negara mana, di Vatikan cocok. Gabungkan Vatikan dan Arab Saudi," ujar Paloh.

Guyonan itu disambut tawa dua Wakil Ketua DPR tersebut. Fadli mengonfirmasi perbincangan santainya bersama Presiden, Wapres, Ibu Negara, dan politikus lainnya. Mulai dari kondisi terkini seperti e-KTP dan Freeport sempat dibahas tadi. 

"Ini sharing saja. Kan besok rencananya ada rapat diundang semua pimpinan lembaga tinggi negara," ujar Fadli. (rdk)

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK