Langsung ke konten utama

Bongkar...Salah Satu Donatur Aksi 212 Adalah Tommy Soeharto (Part 1)


Aksi 212 masih kencang hingga saat ini ditelinga kita, Tommy Soeharto disebut-sebut sebagai donatur makar dan bukti mengarahkan kepadanya melalui 11 orang tersangka yang ditangkap pada tanggal 2 Desember dini hari. Pemufakatan jahat terhadap pemerintah yang sah merupakan sebuah kejahatan tingkat tinggi karena sangat menggangu jalannya roda pemerintahan dan bisa berakibat fatal bagi roda pemerintahan.

Sebelum aksi 212, Tommy Soeharto sudah bermain cantik dengan mendanai rencana aksi makar tersebut, melalui Firza Husein yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC).

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/12/09/benarkah-tommy-soeharto-transfer-dana-makar-ke-habib-rizieq-ini-kata-kapolda-metro/

Rizieq Shihab merasa bahwa 212 merupakan hari kemenangan baginya karena sudah dijanjikan dengan jumlah dana yang besar oleh Tommy Soeharto diluar negeri jika berhasil menggulingkan Pemerintah yang sah melalui kasus Ahok ini, membuat Rizieq menjadi berapi-api dan sudah buta hati nuraninya karena janji besar buat dirinya. (Bongkar episode berikutnya).

Kasus Ahok hanyalah pintu masuk agar mereka bisa menduduki gedung DPR, jika rakyat menduduki DPR pasti sah karena itu adalah rumah rakyat. Permain cantik ini sudah diendus oleh Tito sebagai Panglima tertinggi Polri, mengambil sebuah tindakan cepat dengan membekuk ke 11 orang pelaku tersebut dikediaman masing-masing, kecuali Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani yang dihotel.

Jika kesebelas pelaku tidak ditangkap, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas dan beberapa anggota lainnya akan memprovokasi demonstran yang dibawah komando Rizieq dimonas, seolah-olah para demonstran dihasut padahal mereka sudah merencankannya aksi makar tersebut termasuk Rizieq Shihab.

Aksi demo 212 menguras banyak biaya dan tenaga, demonstran yang terlibat ratusan ribu orang dibodohi oleh Rizieq Shihab melalui komando Jihadnya dibawah bendera FPI. Tommy Soeharto yang pada saat itu menyaksikan aksi tersebut menggoyangkan kursi putarnya dirumah, harap-harap cemas bahwa aksi tersebut berhasil, ternyata gagal.

Dana dialirkan melalui Firza, dan dibagikan kepada anggota-anggota makar tersebut termasuk Rizieq Shihab menikmati sehingga bisa membeli mobil baru karena pesanan mobil baru tersebut diminta langsung kepada Tommy Soeharto melalui Firza.

Nah, ketika Anonymous membongkar Chat mesum Rizieq dengan Firza membuka tabir baru dugaan kuat keterlibatan mereka dengan Tommy Soeharto, melalui pesan singkat Tommy beritahukan kepada orang kepercayaannya untuk memberitahukan Firza bahwa Firza seolah-olah tidak akan diakui oleh Tommy, padahal itu hanyalah sebuah strategi saja agar nama Tommy tidak terseret.

Lagi-lagi Firza yang menjadi mediator antara pelaku ini, menjadi korban bahkan siap untuk dikorbankan.

Mengapa kasus Rizieq dan Firza menjadi senyap dan seolah tidak terjangkau oleh masyarakat? Jawabannya, untuk menyelamatkan Rizieq. Isu Pilkada dan Politik agama yang di gunakan oleh Tommy melalui Tim Anies-Sandi agar menyelamatkan Rizieq untuk sementara waktu. Jika fokus masayrakat kepada kasus Rizieq ini menjadi gencar, dikuatirkan bisa mengganggu Plan B mereka yang sudah diatur, yakni aksi 112 menjelang pilkada padahal ini masa tenang menjelang Pemilihan. Masjiq Istiqlal digunakan untuk menampung seluruh umat dan umat di baiat oleh para ulama agar memilih pemimpin muslim, ini yang disebut dengan "POLITIK AGAMA"

https://m.tempo.co/read/news/2017/02/10/063845140/rizieq-mangkir-polisi-surat-panggilan-pemeriksaan-ditolak

Tommy sudah terlanjur keluar ke permukaan selama pesta demokrasi Pilkada DKI ini, terbukti dia makan semeja dengan Anies dan Rizieq Shihab.

http://wow.tribunnews.com/2017/03/14/viral-foto-anies-baswedan-bersama-tommy-soeharto-dan-habieb-rizieq-netizen-sebut-ngeri

Haul Soeharto 11 Maret, membuka lebar-lebar tabir Politik busuk Tommy melalui Anies-Sandi. Djarot yang diundang resmi VVIP sengaja dipermalukan pada saat acara tersebut dan terpaksa ia harus keluar dari masjid karena kondisi tidak kondusif.

Memperingati Supersemar (Surat perintah sebelas maret) yang di keluarkan oleh Soekarno kepada Jenderal Soeharto untuk memberantas PKI, sementara pembubaran PKI tanpa setitik darahpun tercurah, ini menandakan Soeharto adalah PKI itu sendiri.

Dengan memperingati Haul Soeharto dan Supersemar sama dengan membangkitkan roh PKI yang akan merasuki Anies-Sandi.

Makanya Anies sudah buta mata hatinya karena sudah dicuci otak oleh Tommy yang menjanjikan kemenangan kepadanya.

Bersambung...

Prabowo dan SBY akan kita bahas pada episode berikutnya.

Bongkar....

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK