Langsung ke konten utama

Bongkar...Keterlibatan Fahri Dalam Kasus E-KTP


Hahaha, su mulut besar ini siapa yang tak kenal, namanya terkenal karena sering menebar pesona kontroversinya di masyarakat, ada istilah mengatakan "Ayam yang bertelor pasti dia yang berkotek". Ketakutan Fahri dalam pengungkapan kasus mega proyek e-KTP ini, menyeret nama-nama besar termasuk Ganjar Pranowo, sekaliberber Ganjar terlibat, pasti ada lagi yang terlibat.

Kalau ahok mah, tidak usah disebut karena dia vocal menolak proyek e-KTP ini sewaktu dia menjabat sebagai Anggota DPR RI komisi II. Setya Novanto terlibat dalam kasus mega ini, apalagi Fahri, Fahri memang cerdik dan licik, dia sudah mencium bahwa kasus e-KTP ini akan bermasalah, mungkin penerimaan dana ke dia tidak dalam bentuk transferan, cek ataupun yang bisa mencurigakan tapi dalam bentuk transaksi uang elektronik.

Dari beberapa changer elektronik yang ada diindonesia silahkan di cek transaksi besar disana, terutama dari nama-nama yang transaksi disana. Mereka menggunkan nama Fiktif tapi rekening mereka tidaklah fiktif.

Ada beberapa kemungkinan Fahri menerima aliran dana dari kasus e-KTP


1. Menggunakan e-Changer yang ada diindonesia dan disimpan kedalam bentuk mata uang elektronik, silahkan cek nama-nama perusahaan keuangan yang bisa menampung dana besar, contohnya www.perfectmoney.is, yang dicari oleh PPATK bukan nama akunnya karena bisa saja mereka membuat nama akun palsu pada perusahaan ini karena system perusahaan ini tidak menganut system real-perbankan. Hanya untuk membuka akun dan transaksi pada permain Forex atau valas.

2. Pada transaksi perbankan ke rekening perusahaan Changer elektronik atau e-changer diindonesia, dilihat transaksi dari 50,000 USD sampai yang terbesar dan diusut yang punya dana besar, keterlibatan dengan siapa saja, dan semoga nama Fahri ada disana.

3. Nama Perusahaan penyedia jasa uang elektronik jangan di fokuskan pada perfectmoney saja tapi pada perusahaan lain yang bekerjasama dengan changer-changer elektronik yang ada di diinsonesia. (silahkan ketik keywod di google: e-changer terpercaya di indonesia).

Nah, si Fahri ini sedikit kalap dan bingung menjanjikan keamaan kepada salah seorang dari mereka keburu mereka ketangkep semua dan sekarang dia dalam tekanan batin dan mental luar biasa takut namanya dicatut, sehingga dia menuduh ketua KPK terlibat, tidak mungkin KPK berani usut kalau KPK terlibat apalagi Ketuanya, kan logika begitu.

Ketidak berdayaan dia sehingga dia usulkan untuk gulirkan angket DPR dengan alasan agar DPR tidak di Kriminalisasikan oleh KPK yang menurut dia ada kepeningan pribadi ketua KPK, padahal dia sendiri yang memiliki kepentingan pribadi.

Ketakutan dia ini yang membuat kami berusaha mencari dan membongkar apa maksud daripadanya yang meminta ketua KPK mundur dan meminta DPR yang menginvetigasi kasus ini, hahaha sudah jelas Fahri bermain.

Dia pikir presiden Jokowi mau peracya ketika dia curhat ama Presiden? Dia juga bilang kalau Presiden kaget dengar kalau ketua KPK punya kepentingan Pribadi, yah jelas Presiden kaget, kagetnya karena ketahuan Fahri takut dan dibenak Presiden, usut tuntas si Fahri ini.

Anas terima jatah besar juga dari kasus e-KTP ini, Demokrat saja menolak gulirkan hak angket, kok mengapa Fahri ngebet?

Fahri bermain...

Kita bongkar di episode berikutnya....




Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK