Langsung ke konten utama

Belum Tau Anies-sandi, Bagaimana Mereka Halalkan Segala Cara Agar Menang, Bongkar...


Makmun Ahyar, Ketua RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, akan diperiksa di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Pemanggilan itu terkait adanya surat pernyataan untuk memilih pasangan calon tertentu dalam Pilkada DKI 2017 putaran kedua sebagai syarat agar jenazah warganya disalatkan di masjid.

Panwaslu ingin mengetahui klarifikasi bagaimana kronologisnya penerbitan surat itu, kejadiannya, jika ditemukan pelanggaran akan proses di Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu).

Bila surat pernyataan untuk memilih paslon tertentu itu memang ada, maka pihaknya akan menyitanya sebagai barang bukti. Panwaslu juga melakukan penyelidikan mendalam tentang latar belakang timbulnya surat pernyataan itu.

Selain itu, Panwaslu juga memanggil warga RT 05/RW 02, Yoyo Sudaryo (56), yang diduga menandatangani surat pernyataan itu agar jenazah mertuanya Siti Rohbaniah (80), bisa disalatkan di masjid, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pada pemanggilan pertama, yaang bersangkutan tidak hadir tanpa kejelasan pada panggilan pertama, Senin (13/3/2017). Lalu pada panggilan kedua dilayangkan.

Ketua Panwaslu Kota Jakarta Selatan Ahmad Ari Masyhuri, di Kantor Panwaslu Kota Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017) mengatakan, sesuai koordinasi dengan Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan), yang bersangkutan katanya bekerja, di rumah tidak ada.

Karena itu, Panwaslu melakukan pemanggilan kembali untuk meminta klarifikasi kepada Makmun dan Yoyo, Selasa (14/3/2017) ini. Panwaslu memanggil kedua belah pihak guna memproses klarifikasi.

Rencananya, malam ini panwaslu akan mengirimkan surat panggilan kedua belah pihak. Hal ini hanya untuk mengetahui kronologi kejadian penandatanganan surat pernyataan tersebut. Untuk klarifikasi, Panwaslu telah mengamankan barang bukti surat pernyataan.

Diharapkan dengan pemanggilan kedua kalinya, Makmun Ahyar dan Yoyo dapat memenuhinya. Panwaslu akan menelusuri siapa yang membuat surat pernyataan itu dan siapa yang tanda tangan dan sebagainya. "Kita akan mendalami ini. Surat pernyataan itu ada tapi yang membuat siapa, ini yang masih kita telusuri,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang warga RT 05 RW 02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, atas nama Yoyo Sudaryo (56), diminta ketua RT untuk menandatangani surat pernyataan memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, mendatang.

Permintaan itu harus dilakukan jika Yoyo ingin jenazah mertuanya almarhumah Siti Rohbaniah (80), disalatkan di salah satu masjid di Pondok Pinang. Sebab, Yoyo dan keluarganya dituding sebagai pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.


bongkarrrrr...

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK