Langsung ke konten utama

Anies, Manusiakah Engkau Sehingga Orang Matipun Engkau Paksa Nyoblos


Kebencian yang disebarkan oleh kubu Anies merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan, ini jelas-jelas tindakan premanisme, bayangkan orang sudah matipun di paksa untuk memilih mereka. Memang secara tidak langsung mereka tidak terlibat dilapangan tapi mereka tau akibat dari perbuatan mereka yang menolak jenasah pendukung Ahok. Sucikah dirimu sehingga engkau memiliki hak atas surga dan neraka. 

Anies oh anies, warga jakarta tidak akan memilih dirimu lagi anies, mereka tau bahwa engkau jahat dan sungguh jahat. apakah engkau ingin menuntut tulisanku ini, silahkan tuntut dirimu terlebih dahulu apa yang telah kau berikan kepada warga jakarta.

Nih pesan keras Dosen UI untuk kamu, simak baik-baik sambil minum kopi agar otakmu sedikit cerdas dan gak rasis. Semoga keluargamu tidak memilih Ahok agar jenasah mereka bisa di sholatkan

ANIES BASWEDAN, INGATLAH GARA-GARA KAMU, TIDAK ADA TETANGGA HADIR MELAYAT KELUARGA IBU HINDUN

Semula saya menganggap seruan yang disebarkan melalui berbagai spanduk tentang pengharaman menshalatkan jenazah pendukung Ahok sebagai dagelan rendahan.

Semula saya menduga itu hanyalah bagian dari kampanye anti-Ahok yang tak akan ada juga yang menjalankannya.

Semula saya menduga, masyarakat tidak akan sebodoh itu untuk percaya.

Kini saya, sadar bahwa ini bukan sekadar dagelan. Ini adalah kejahatan.

Kini saya sadar, kubu Anti-Ahok akan melakukan apapun, termasuk menteror warga biasa yang tidak mendukung Anies.

Ini adalah bentuk penyebaran kebencian yang memang menghancurkan bangsa.

Seorang nenek bernama Hindun binti Raisman (78 tahun) meninggal Selasa, 7 Maret lalu.

Musholla di sekitar tempat tinggalnya di daerah Karet Setiabudi menolak untuk menshalatkan jenazahnya karena nenek itu memilih Ahok pada Pilkada bulan lalu.

Menurut anaknya, Neneng, ibunya itu memang secara terbuka menyatakan mencobolos nomor 2 dalam Pilkada.

Ustadz di kampung itu menolak menshalatkan almarhumah di mushalla yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah Hindun.

Akhirnya almarhumah dishalatkan di rumah. Itu pun tanpa kehadiran para tetangga yang menyatakan tak sudi ikut mensholati pendukung Ahok.

Ini semua memang tak akan menghambat perjalanan Bu Hindun menemui Sang Pencipta di surga.

Tapi apa yang dilakukan pada keluarganya, sungguh JAHAT.

Anies Baswedan, Anda harus hentikan ini semua.

Bu Hindun tidak dimakamkan secara terhormat karena para pendukung Anda berusaha mati-matian memenangkan Anda.

Ini adalah perbuatan terkutuk, keji dan bodoh.

Anda memang tidak menginstruksikannya.

Tapi Anda bisa menghentikannya.

Serukan pada pendukung Anda, untuk berhenti melakukan teror ini.

Kalau Anda bungkam, Anda memang sama rendahnya dengan ustadz tetangga bu Hindun itu.

sumber: dari akun FB dosen UI Ade Armando

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK