Langsung ke konten utama

Kasihan Permintaan Rizieq di Tolak Hakim Mentah-mentah, Kak Emma Galau Dia Kak Emma


Kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaha Purnama atau Ahok terus bergulir. Hal itu menyebabkan mantan bupati Belitung Timur itu terpaksa harus mengikuti sidang demi sidang.
Seperti kita ketahui bahwa hari ini Ahok kembali menghadapi sidang untuk kasus yang menimpa dirinya itu. Untuk sidang ke-12 hari ini, Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, dihadirkan sebagai saksi ahli agama yang direkomendasikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kehadiran imam besar FPI pada sidang ke-12 kasus Ahok itu tentu tidak begitu saja diterima oleh tim kuasa hukum Ahok. Sebelum sidang berlangsung, mereka mengajukan keberatan terhadap rencana untuk menghadirkan Rizieq Shihab sebagai saksi ahli. Alasannya: ketua FPI itu merupakan seorang residivis dan sedang tersandung beberapa kasus. Sayangnya, penolakan mereka itu tidak diterima oleh majelis hakim.
Maka dari itu, kehadiran Rizieq pada sidang ke-12 kasus Ahok itu tidak bisa dielak lagi. Pada sidang itu, imam besar FPI yang mengaku baru pertama kali bertemu langsung dengan Ahok itu memberikan banyak kesaksian. Dalam kesaksiannya, ia menganggap bahwa ada sejumlah perkataan Ahok yang dinilai sebagai penistaan terhadap agama.
Untuk mendukung kesaksiannya itu, Rizieq sempat ingin memberikan tulisan dan dua keping CD kepada majelis hakim. “Saya ingin menambahkan. Ini ada tulisan empat halaman pandangan tentang apa yang belum (disampaikan di dalam) BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Rizieq, sebagaimana dikutip oleh Kompas.com.
Dengan membawa tambahan itu, tentu Rizieq ingin memperkuat bukti bahwa Ahok benar-benar menistakan agama Islam. Jika itu semua diterima, pastilah ia mengharapkan agar keputusan bersalah untuk Ahok akan semakin nyata. Sayangnya, niatnya itu tidak disetujui oleh Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto. “Tidak perlu,” kata Dwiarso.
Niat Rizieq itu ditolak mentah-mentah oleh Dwiarso. Sebagai gantinya, Dwiarso mempersilakan Rizieq menyampaikan tulisannya secara lisan. Mungkin Dwiarso ingin supaya semua orang mendengar sendiri penjelasan Rizieq. Dengan demikian, semua orang dibiarkan menilai sendiri apakah kesaksian Rizieq itu masuk akal atau justru dibuat-buat. Makanya, Dwiarso mengatakan kepada Rizieq, “Mengenai dua keping CD tadi itu, saya kira sudah ada (videonya) di Youtube, saya kira sudah bisa dijadikan pengetahuan umum. Cuma nanti apakah kami pertimbangkan atau tidak, itu tergantung majelis hakim.”
Rizieq ragu sebab di satu sisi Dwiarso menuturkan bahwa ia dan anggota timnya sudah melihat sendiri video yang dimaksudkan oleh Rizieq itu di Youtube tetapi di sisi lain ia tidak bisa menjamin bahwa video itu nantinya akan dipertimbangkan atau tidak. Apalagi, Rizieq takut kalau-kalau video itu hilang dari YouTube. “Karena nanti di Youtube, (videonya) dihapus, tidak ada. Nanti kehilangan jejak,” kata Rizieq. Namun, sikap tegas Dwiarso itu membuat Rizieq yang semula ragu itu menjadi tak berkutik.
Ketakutan Rizieq ini jelas arahnya. Bisa jadi dalam hitungan detik video yang ada di Youtube itu terhapus atau sengaja dihapus. Maka, resikonya besar, yaitu jejak itu hilang. Namun, apa hendak dikata. Dwiarso sudah bilang “Kami sudah melihat.”
Memang kalau sudah niatnya, apapun akan dilakukan. Ahok akan selalu dicari kesalahannya supaya semakin nyata alasan bagi dia untuk dijebloskan ke penjara. Kalau begitu, benarkah ini murni masalah penistaan agama? Atau jangan-jangan ada hal lain yang menunggangi agama? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu
Apapun alasannya, sikap tegas Dwiarso itu membuat Rizieq batal menyerahkan dua keping CD itu. Padahal, ia sudah menyiapkannya dari rumahnya. Bagi saya, ini benar-benar seru. Setidaknya, Dwiarso ingin menunjukkan kepada Rizieq bahwa timnya bekerja secara profesional. Maka, tidak perlu ada keraguan dari siapapun. Ini juga sebagai pelajaran bahwa tidak setiap keinginan kita harus dipenuhi dan bahwa semua orang memiliki hak yang sama di depan hukum.
Kak Emma, galau dia kak Emma...
sumber disini

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK