Langsung ke konten utama

Ini Namanya Meludah Muka Sendiri


Ciri2 Ektrimis Habib Rizieq dan FPI:

1. Suka Menebar Fitnah

Uang Berlogo BI dibilang palu arit dan fitnah pemerintah adalah PKI

2. Suka Menista Agama

Padahal dia sendiri bilang gak boleh nista agama orang lain, eh..malah ceramah bilang "Kalau Yesus Anak Tuhan, bidannya siapa?. Penistaan terhadap agama Kristen.

3. Menistakan Ulama

Ulama yang cinta NKRI dibilang ulama babi dan bukan ulama Islam, Ulama yang bela Ahok dibilang ulama kafir.

Mengatakan banyak ulama yang pakai ayat alquran untuk kepentingan pribadi, apakah bukan penghinaan terhadap ulama?

4. Suka Adu Domba

Bukankah Rizieq sering mengadu domba pemerintah dengan masyarakat agar masyarakat tidak percaya lagi dengan pemerintah, politik adu domba yang dibalut agama seakan-akan sebuah kebenaran yang turun dari langit. Sebagai contoh aja Makar, apakah itu bukan adu domba???

5. Suka Buat Durhaka

Siapa yang tidak kenal Rizieq Shihab yang di didik di sekolah Kristen waktu kecil, mengapa dia durhaka terhadap umat yang di kafir2kannya?. Dia suka buat durhaka, yaitu menghina pancasila, padahal pancasila adalah lambang negara dan Bhineka Tunggal Ika adalah Ideologi bangsa, yang dibangun dan di dirikan dengan darah segar yang mengalir dari tubuh para pahlawan dan pejuang kemudian dia hina dan ingin di rombak dengan aliran radikal dan ideologi FPI ( Front Perusak Islam ). Kalau dia pembela Islam dia pasti sayang NKRI dan tidak menghina pancasila.

Bongkar !!!

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK