Langsung ke konten utama

Berita Hoak Dari Kubu Onta


HOAX LAGI: KUBU AHOK MEROBEK AL QURAN
Upaya kubu Anti Ahok untuk menciptakan kebohongan benar-benar luar biasa. Untuk mengalahkan Ahok, mereka menghalalkan segala cara.
Mereka dengan sengaja berusaha membangun kesan bahwa pendukung Ahok adalah anti Islam dan penista Al Quran.
Hoax terbaru adalah beredarnya gambar tiga perempuan berjilbab sedang memunguti sobekan Al Quran di depan persidangan Ahok. Gambar ini diedarkan oleh akun twitter @hokOmToilet.
Yang menyeramkan isi teksnya: “Al Quran disobek2 dibuang di jalan saat sidang ahok . . .yang mungutin sampe nangis.”
Kicauan ini langsung disambar salah seorang pimpinan MUI yang senang memaki Ahok, Tengku Zulkarnain. Di twitternya dia menulis: “Hanya Manusia2 Biadab yang menyebarkan Kebencian Agama dengan terang2an Merobek2 Al Quran seperti ini. Mata Mrk mungkin BUTA. Tapi kami TIDAK.”
Kubu Ahok merobek-robek Al Quran?
Kalau benar, tentu ini adalah persoalan serius.
Ternyata BOHONG!
Foto itu diambil dari media online Gulf Digital News tanggal 27 Juni 2016. GDN memberitakan peristiwa tiga perempuan yang memang memunguti sobekan-sobekan Al Quran di sebuah jalan di Kuala Lumpur, Ramadhan tahun lalu. Tidak jelas siapa yang merobek-robek Al Quran dan menyebarkannya ke jalanan dari sebuah mobil, tapi ketiga wanita itu dengan sabar memunguti ratusan sobekan tersebut.
Bayangkan, kalau tidak ada pembaca media sosial yang ingat bahwa foto itu sebenarnya berasal dari peristiwa di negara lain.
Apa yang akan terjadi kalau banyak orang Islam yang begitu saja percaya bahwa kubu Ahok memang merobek-robek Al Quran?
Untuk mengalahkan Ahok, mereka menghalalkan segala cara.
PENGECUT!

Bongkar!!!

Postingan populer dari blog ini

Presiden Donald Trump Resmi Dilengserkan, Presiden Ketiga dalam Sejarah AS

Donald Trump WASHINGTON DC  - Presiden AS Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" yang dimakzulkan atau impeachment. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. Pasal pertama: Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216. Sementara pasal 2: Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump pun menjadi presiden setelah Andrew Johnson (1868), dan Bill Clinton (1998) yang dimakzulkan di level DPR AS. Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan. Di tahap ini, kecil kemungkinan Tr

Diguyur Hujan Deras Senayan Digenangi Banjir Setinggi 1 Meter

Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta hingga berjam-jam membuat beberapa titik di Ibukota terendam banjir. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Senayan, Senin (17/12/2019) Terlihat dari  video  unggahan oleh seorang Netizen yang dibagikan di grup laman Facebooknya, Daniel Pray , membagikan unggahan video yang menunjukan aktivitas pengendara yang sibuk menyelamatkan kendaraan mereka yang terendam banjir.  Senayan terendam banjir, Senin, (17/12/2019) Dari unggahan tersebut beberapa komentar kocak dan nyeleneh muncul, diantara : Natalia Claudia Soetantiyo   Wuihh keren banget jakarta kaya venice 1 Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  2 jam Harry Ibrani   Salah ahokkk Sembunyikan atau laporkan ini Suka  ·  1 jam Wendy Tjandra   Jelas ahok yg salah.. kenapa dia sampe kalah dan tidak menjadi gubenur jakarta!!  Kalo gabener skr jgn disalahin lah, percuma dia pinter ngeles..

Setya Novanto Tak Rela Melepaskan Kedua Jabatannya

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu meminta waktu untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Setnov menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya, --setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak dua pekan lalu. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PK