Breaking

[recent][ticker2]
Senin, 27 November 2017

Anies Mengatakan Gubernur Sebelumnya "Ahok" Tidak Mengerti Anggaran


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, hingga saat ini di DKI Jakarta masih ditemukan berbagai problema seperti kemiskinan, kesehatan, pendidikan, ketimpangan ekonomi warga bahkan sampai cuacanya.
Anies Baswedan mengutip statistik dan mengaku kaget sebab ada 3 juta dari 10 juta penduduk DKI masih berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulannya.
“Di Jakarta Utara, yang lulus SMA hanya 52 persen dan 48 persen tidak lulus SMA, ini ibukota kok sama kabupaten di pedalaman saja kalah, ” ujar Anies saat menggelar halal bihalal dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) di Yogyakarta, Rabu 19 Juli 2017.
Selain itu, Anies juga menyinggung masalah air di Jakarta yang menurutnya sudah tak layak minum. Anies juga mengungkapkan sejumlah persoalan ekonomi, seperti kentaranya jurang antara si miskin dan kaya.
Anies mengaku mengetahui peliknya persoalan di Jakarta pada saat masa kampanye lalu ketika ia banyak mendatangi pemukiman padat di sejumlah kampung. Anies mendapati di kampung padat itu sering memiliki tempat Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum tak layak dan jadi rebutan warga untuk kebutuhan sehari hari.
Anies pun prihatin ada satu ruang berukuran 3 x 4 meter yang di dalamnya ditinggali enam sampai delapan orang rantau dari daerah.
“Ini potret (persoalan) di Jakarta, yang dibilang gubernur kemarin mengerti anggaran, padahal tidak memahami,” ujar Anies tanpa menyebut gubernur yang dia maksud.
“Tantangan di Jakarta bukan soal preman-premannya sehingga gubernurnya harus galak, tapi kemiskinannya,” ujar Anies.
Menurut Anies, jika seorang gubernur mengerti anggaran, maka sisa anggaran Jakarta yang tidak terserap tidak akan mencapai angka 30 persen dari total anggaran daerah DKI Jakarta sebesar Rp 70 triliun.
“Kalau orang ngerti anggaran, pasti bisa manfaatkan anggaran dengan baik, ” ujar Anies.
Anies menilai sangat tak wajar dengan kompleksitas kemiskinan yang cukup ekstrim di Jakarta tapi masih ada sisa anggaran tak terpakai. Anggaran daerah seharusnya dipakai untuk menyelesaikan masalah dan dirasakan rakyat.
“Jadi jelaskan kepada saya kalau anda mengerti anggaran, itu hanya citra yang dibangun kalau dia mengerti anggaran,” ujar Anies.
Anies menuturkan, pihaknya sejak dipilih sebagai calon gubernur sudah komitmen membela masyarakat ekonomi lemah yang banyak mendiami pemukiman padat dan kumuh di Jakarta.
“Sehingga kemenangan kami di pilkada kemarin memang mayoritas dari rakyat kecil, di kampung kampung yang dianggap kumuh,” ujarnya.
Sebelumnya Djarot membantah bahwa sisa lebih penggunaan anggaran pada 2016 adalah karena kesalahan pemerintah. Menurut Djarot, rendahnya realisasi belanja daerah disebabkan oleh terlambatnya penetapan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016.
“Hal ini berdampak pada keterbatasan sisa waktu pelaksanaan kegiatan, sehingga mengakibatkan anggaran tidak terserap,” ujar Djarot dalam sidang paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 19 Juli 2017.

Anies Mengatakan Gubernur Sebelumnya "Ahok" Tidak Mengerti Anggaran Reviewed by Mikael Milang on Senin, November 27, 2017 Rating: 5 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, hingga saat ini di DKI Jakarta masih ditemukan berbagai problema seperti kemiskinan...

Reaksi:

loading...
[Politik][carousel1]

Tidak ada komentar: