Breaking

[recent][ticker2]
Rabu, 06 September 2017

Heboh! Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Alkes RS, Menyeret Sandiaga Uno


Tertangkapnya Manajer Marketing PT Duta Graha Indonesia (DGI), Muhammad El Idris oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebabkan dirinya bersekongkol dengan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin, untuk memenangkan perusahaannya tersebut dalam lelang tender proyek pemerintah.

Lalu KPK akhirnya berhasil mengembangkan kasus ini sehingga sudah menetapkan Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi sebagai tersangka utama.

Peristiwa naas yang menimpa Idris ternyata ikut menyeret Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, Sandiaga Uno yang merupakan Komisaris PT DGI. Namun Sandiaga mengelak dari keterlibatan karena menurutnya fungsi komisaris seperti dirinya hanyalah memberi masukan mengenai tren ekonomi masa kini dan aktivitas di pasar modal. Mengenai proyek, kata Sandi merupakan tugas dan wewenang dewan direksi.

Persekongkolan yang dilakukan Idris dan Nazarudin adalah terkait proyek pembangunan wisma atlet Palembang dan pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Udayana, dimana pada saat itu Sandiaga Uno menjabat sebagai komisaris PT DGI.

"Saya justru tahu masalah ini dari pemberitaan media. Kami sebagai komisaris tidak dilaporkan secara keseluruhan atau tidak detil. Saat masuk pemberitaan media, kami juga baru tahu itu ketika dikabari dewan direksi," ujar Sandiaga sebagai saksi sidang Dudung Purwadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (30/8).

Pada perkara ini, Dudung didakwa bersama-sama Nazaruddin dan Made Megawa telah bersepakat memenangkan PT DGI sebagai pelaksana atau rekanan proyek pembangunan RS Universitas Udayana. Perbuatan Dudung diduga memperkaya PT DGI sebesar Rp 6,780 miliar pada 2009 dan sebesar Rp 17,9 miliar pada 2010.

Penetapan Dudung sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari Idris, dimana dirinya terbukti bersalah memberikan cek senilai Rp 4,3 miliar kepada Nazaruddin dan Rp 3,2 miliar kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam. Ia pun divonis selama 2 tahun penjara pada 2011.

Pada 21 Desember 2015, Dudung ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi Wisma Atlet. Ia didakwa ikut bersepakat dengan Nazaruddin untuk memenangkan PT DGI sebagai pemenang tender. Ia juga didakwa memperkaya Nazaruddin dan korporasi yang dikendalikannya, yakni PT Anak Negeri, PT Anugrah Nusantara, dan Group Permai.

Selain itu, Dudung didakwa telah memperkaya Nazaruddin dan korporasi yang dia kendalikan, yakni PT Anak Negeri, PT Anugrah Nusantara, dan Group Permai sejumlah Rp 10,2 miliar.

Sedangkan Sandiaga Uno mengaku menjabat sebagai komisaris PT DGI pada 2007. Pada 2015, ia memutuskan mundur dari jabatan komisaris karena ingin fokus berpolitik. Berarti masa kerjanya di perusahaan tersbeut sejak 2007-2015 atau selama 8 (delapan) tahun di saat terjadinya perskeongkolan pemenangan tender untuk wisma atlet Palembang dan pengadaan alkes RS Udayana.

Untuk masalah dugaan korupsi pengadaan alkes RS Udayana, terseretnya nama Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno adalah berdasarkan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) Nazaruddin yang menyebutkan bahwa Dudung pernah bertemu dengan Sandiaga, Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat) serta Nazarudin sendiri yang kala itu memang sebagai bendahara umum partai Demokrat, untuk keperluan membahas proyek tersebut.
Heboh! Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Alkes RS, Menyeret Sandiaga Uno Reviewed by DarkNet on Rabu, September 06, 2017 Rating: 5 Tertangkapnya Manajer Marketing PT Duta Graha Indonesia (DGI), Muhammad El Idris oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebabkan di...

Reaksi:

loading...
[Sandiaga Uno][carousel1]

Tidak ada komentar: