Dulu Jepang Menjajah Indonesia, Sekarang Jepang Meminta Bantuan Kepada Indonesia Terkait Rudal Korut - Markibong

Breaking

Sabtu, 02 September 2017

Dulu Jepang Menjajah Indonesia, Sekarang Jepang Meminta Bantuan Kepada Indonesia Terkait Rudal Korut


Jepang meminta Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara untuk memberikan tekanan lebih keras pada Korea Utara agar menghentikan ambisi program rudal dan nuklirnya.

“Jepang akan terus menjaga kedekatan komunikasi dengan Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya supaya bisa bersatu untuk lebih menekan Korea Utara,” ujar Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, di kediamannya di Jakarta, Rabu (30/8).

Ishii mengatakan, tekanan dari sejumlah negara akan lebih efektif. Untuk itu, Jepang akan terus menjaga komunikasi dengan negara-negara di kawasan.

Menurut Ishii, komunikasi Tokyo dengan negara di Asia Tenggara harus dipertahankan karena sebagian besar negara di kawasan memiliki hubungan diplomatik dengan rezim Kim Jong-un, termasuk Indonesia.


Ia mengatakan, dengan komunikasi intensif, Jepang dan negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia bisa saling bertukar informasi seputar tanggapan dan pendirian masing-masing negara menyangkut isu Korut ini.

“Kami sangat menghargai pendirian Indonesia yang segera melontarkan kecaman terhadap Korut. Pernyataan Indonesia soal Korut kemarin sangat tegas dan kuat. Jepang sangat mengapresiasi itu,” kata Ishii.

Melalui pernyataan resmi, Kemlu RI sebelumnya mengatakan uji coba rudal itu bertentangan dengan kewajiban Korut terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya resolusi 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017).

"Indonesia menegaskan kembali bahwa stabilitas di Semenanjung Korea sangat penting artinya. Untuk itu Indonesia mengajak semua negara untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Kemlu RI.

Komentar itu dilontarkan menyusul uji coba rudal terbaru Korut pada Selasa (29/8). Peluncuran rudal kali ini menjadi yang paling mengancam keamanan Jepang karena sempat melewati wilayah udara Negeri Matahari Terbit itu.

Peluru kendali Korut sempat terdeteksi terbang sejauh 2.700 kilometer dan melewati langit Jepang sebelum jatuh di perairan Pasifik—1.200 kilometer dari Hokkaido pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Pada 1998, Pyongyang juga pernah melakukan hal serupa. Namun, saat itu, Pyongyang hanya meluncurkan kendaraan peluncur satelit ke wilayah Jepang, bukan rudal balistik seperti kali ini.
(has
)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...