Jokowi: Saya Sudah Perintahkan Kapolri Untuk Usut Tuntas Kasus Saracen dan Juga Yang Bayar - Markibong

Breaking

Selasa, 29 Agustus 2017

Jokowi: Saya Sudah Perintahkan Kapolri Untuk Usut Tuntas Kasus Saracen dan Juga Yang Bayar


Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian mengusut tuntas kasus Saracen.


Jokowi meminta pengusutan tidak hanya dilakukan pada para pengelola grup Saracen saja, tetapi juga mengusut pihak yang melakukan pemesanan konten ujaran kebencian kepada Saracen.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas, bukan hanya Saracennya saja tapi yang pesen, siapa yang bayar," kata Jokowi di kawasan Monas, Minggu (27/8).

Jokowi berpendapat kasus penyebaran ujaran kebencian sebenarnya dialami semua negara. Hal itu, lanjutnya merupakan akibat dari keterbukaan dalam menggunakan media sosial.

Menurut dia, penyebaran ujaran kebencian merupakan hal yang berbahaya, apalagi jika dilakukan secara teroganisasi seperti yang dilakukan grup Saracen.

"Individu saja merusak kalau informasinya itu tidak benar bohong apalagi fitnah, apalagi yang terorganisasi ini mengerikan sekali kalau dibiarkan," ujarnya.

Jokowi juga sempat menyinggung masalah banyaknya akun yang dimiliki grup Saracen. Ia menyampaikan jika akun tersebut digunakan untuk menyampaikan hal positif, misalnya untuk mengajak masyarakat menjaga kesantunan, itu tidak menjadi persoalan.

"Tapi kalau sudah memecah belah, memfitnah, mencela orang lain, berbabaya bagi negara kesatuan Republik Indonesia," ucap Jokowi.

Badan Reserse Kriminal Polri juga tengah mendalami pihak-pihak yang menjadi klien grup Saracen untuk memesan konten ujaran kebencian serta bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial, khususnya Facebook.



Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, penyidik harus mencari alat bukti berupa transaksi pemesanan penyebaran konten ujaran kebencian dan bernuansa SARA yang dilakukan antara klien dengan pengelola grup Saracen.

Awi menambahkan, penyilidikan terkait pihak yang pernah menjadi klien grup Saracen juga dilakukan untuk mengungkap tujuan dan motivasi di balik pemesanan konten ujaran kebencian dan bernuansa SARA tersebut.

"Itu masih jadi pekerjaan rumah penyidik untuk mengungkap. Makanya data riilnya kami belum bisa sampaikan fakta-faktanya," kata Awi, Jumat (25/8). (djm/djm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...