Terlalu Murah Nilai Kemerdekaan Bangsa Dimata Para Radikalis - Markibong

Breaking

Sabtu, 29 April 2017

Terlalu Murah Nilai Kemerdekaan Bangsa Dimata Para Radikalis

Agama adalah hak setiap orang untuk memeluknya dan merupakan sebuah kebebasan dalam memeluk agamanya masing-masing karena pemeluk agama di jamin dan dilindungi oleh Undang-undang dasar 1945 Pasal 29 ayat 2 berbunyi: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.



Tapi anehnya negeri ini, mahasiswa yang bisa disebut garda bangsa, malah menjual bangsa ini dengan paham khilafah yang bukan merupakan ideologi bangsa Indonesia. Terlalu murah nilai kemerdekaan bangsa ini dimata mereka, 350 tahun indonesia di jajah belanda, 3,5tahun dijajah oleh jepang, dengan pertumpahan darah kita bisa merdeka, tapi dengan seenaknya saja mereka ingin menggantikan pancasila sebagai dasar negara dan menghina darah pahlawan yang telah tumpah demi kemerdekaan kita.

Paham radikalisme memang sudah mewabah sampai ke sekolah-sekolah baik dari TK sampai dengan perguruan tinggi. Anak-anak kecil sudah terkontaminasi dengan paham radikal ini, mereka diajari untuk membunuh orang yang bukan seiman dengan mereka. Hanya karena perbedaan keyakinan mereka membenarkan membunuh, menganiayaya bahkan ajakan membenci orang lain. Dalam agama manapun tidak ada diajarkan untuk membenci sesama manusia.

Sekarang ratusan ribu bahkan jutaan generasi muda telah tercemar oleh paham kelompok garis keras ini yang mengatasnamakan agama islam untuk kepentingan politik dan syahwat mereka. Dampak dari ideolagi mereka ini sehingga membuat kegaduhan dimana-mana. Mereka memeras orang lain, orang miskin maupun orang kaya untuk memenuhi perut mereka, mereka menganggap hal tersebut halal dan di ridhoi oleh Allah tapi sebenarnya tidak.

Makar, merupakan gaya hidup mereka, mereka ingin merebut pemerintahan tanpa dengan pemilu bahkan mereka menjegal orang yang berbeda keyakinan dengan mereka untuk maju secara sah menjadi pemimpin di negeri ini. Aksi demo, politik mayat, baiat dengan golok bahkan dengan cara murahanpun mereka lakukan asalkan mereka bisa menang dan bisa memimpin negeri ini.


Seberapa besar bayaran mereka sehingga mereka begitu murah untuk menggadaikan pancasila?

Kebhinekaan hanyalah semboyan dan retorika belaka bagi mereka, khilafah adalah tujuan utama. 

Jadi jangan heran jika beberapa tahun mendatang Kalimantan, Aceh, Papua dan daerah-daerah lain mulai melepaskan diri dari NKRI ini, itu tandanya burung Garuda sudah lelah untuk menaungi kita semua dan berkibarlah bendera kemerdekaan daerah masing-masing.

Saat ini belum terlambat saudaraku, masih ada waktu yaitu merangkul saudara-saudaramu, sahabatmu dan juga orang-orang yang kamu kenal dan katakan kepada mereka, "Betapa mahalanya kemerdekaan bangsa ini, mari kita jaga dengan menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa dan  persatuan Indonesia".



Markibong.com



Salam waras 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...