Surat Terbuka Warga DKI Jakarta Yang Waras Untuk Ahok - Markibong

Breaking

Rabu, 19 April 2017

Surat Terbuka Warga DKI Jakarta Yang Waras Untuk Ahok

Dear Pak Ahok,


Kami warga Jakarta yang waras mengucapkan selamat kepada bapak akan keberhasilan bapak memimpin kami 5 tahun ini, kami turut bersedih atas kekalahan bapak dalam pertarungan Pilkada DKI 2017 ini, kami berharap bapak mempersiapkan diri untuk pertarungan bapak 2 tahun lagi dalam Capres dan Cawapres 2019 mendampingi pak Jokowi.



Kami bersedih ketika melihat bapak dengan legowo berpidato menerima kekalahan di TV bukti bapak mencintai kami. Bapak tinggalkan keluarga demi menata jakarta, demi anak-anak kami bisa hidup layak, bapak rela dipenjara demi memperjuangkan keadilan sosial bagi warga jakarta. Lidah kami kelu untuk berkata-kata pak, kami berharap bapak sehat dan kami percaya Tuhan punya rencana yang lebih besar buat negeri ini. Tuhan sedang menginginkan bapak istirahat dalam urusan politik dan mempersiapkan diri 2 tahun lagi.

Oya pak, kami dengar bapak masih menjabat gubernur hingga oktober ya pak? Boleh kami minta satu hal pak? Tolong maafkan saudara-saudara kami yang telah tidak adil terhadap bapak. Jika dengan kursi DKI 1 dan 2 membuat mereka bisa lebih tenang, kami rela pak untuk menderita batin, kami berharap mereka bisa seperti bapak yang setiap pagi sudah melayani kami ketika kami mengadu kepada bapak persoalan yang terjadi dalam kehidupan kami.

Yang terakhir pak, kami warga Jakarta yang waras akan selalu mendoakan bapak dan keluarga sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Juga buat Pak Djarot yang baik hati semoga selalu sehat dan tetap humble. Jika bapak Ahok jalan-jalan belanja di mall, ingat wajah-wajah kami ya pak jangan bosan jika kami ingin berfoto bersama bapak itu bukti kami mencintai bapak.

Kami percaya bahwa kegagalan bapak ini merupakan kesuksesan yang tertunda bagi kami. Kami tau kesuksesan bapak merebut kursi kepemimpinan bukan kesuksesan buat bapak tapi kesusksesan buat kami semua.



Selamat istirahat ya pak, Salam dari kami pecinta damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...