Breaking

[recent][ticker2]
Senin, 10 April 2017

Mengharukan, Demi Seorang Nenek Mendapatkan Rumah Susun, Ahok Relah Pecat Pejabat


AHOK Pecat Pejabat DKI – Ini adalah sepenggal kisah tentang AHOK yang berani memecat pajabat DKI demi membela warganya. Beberapa pejabat eselon II DKI Jakarta pun mundur dari jabatannya karena tidak setuju dengan kebijakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang ternyata bermula dari pertemuannya dengan seorang nenek.
Pertemuan dengan sang nenek tersebut terjadi di Rusunawa Marunda. Kepada Ahok, nenek itu mengaku sudah meminta unit rusun sejak tiga tahun lalu, tetapi tidak juga diberikan oleh UPT Rusun Marunda.
Ahok kemudian mengurus langsung permasalahan sang nenek. Pejabat UPT Rusun Marunda pun berjanji bakal memberi rusun kepada si nenek.
“Saya pergi cek kapal, sampai di Muara Baru sudah jam 6-an, harus nyeberang buat sampai rumah saya. Ajudan bilang, kita pulangnya naik mobil saja karena ada ombak besar. Wah, perasaan saya pasti ada yang enggak ikhlas nolong nenek itu,” kata Ahok.
Kembali ke Marunda, Ahok bertemu lagi dengan sang nenek. Namun, nenek itu masih belum juga didaftarkan untuk mendapat unit rusun. Kata si nenek, pejabat UPT Rusun Marunda langsung pergi begitu saja.
“Saya bawa nenek ini ke pendaftaran. Sampai di situ, ada PNS, ada non-PNS di pendaftaran rumah susun. Semua lihatin saya, Kepala UPT-nya pergi,” kata Ahok kesal.
Tak ada yang mau memberi daftar penerima unit rusun kepada Ahok. Saking kesalnya, Ahok sampai meminta sang ajudan untuk mempersiapkan senjata jika perlawanan terjadi.
Keesokan harinya, Ahok meminta Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk memecat semua pejabat UPT Rusun Marunda. Kemudian, Ahok mengaku langsung didatangi oleh Novizal, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta.
“Pak Novizal datang dibawa sama Pak Putu (mantan Kepala Dinas P2B Putu Indiana) dan Pak Moko (mantan Asisten Sekda bidang Pembangunan Wiriyatmoko), bawa surat ke saya. Katanya Pak Novizal mau mengundurkan diri kalau semua (pejabat) UPT dipecat, itu tembusan ke gubernur,” kata Ahok.
“Katanya, ‘Kalau Bapak pecat, ini pejabat eselon II akan mundur semua’,” kata Ahok.
“Saya bawa nenek ini ke pendaftaran. Sampai di situ, ada PNS, ada non-PNS di pendaftaran rumah susun. Semua lihatin saya, Kepala UPT-nya pergi,” kata Ahok kesal.
Ternyata, lanjut dia, surat tembusan belum diterima Jokowi. Karena itu, ia menganggap hal ini sebagai gertakan dari anak-anak buahnya. Akhirnya, Jokowi mengizinkan Ahok memecat para pejabat UPT Rusun Marunda.
“Dari dulu saya digertak. Saya justru, (PNS) mogok semua saja, biar hemat gaji,” kata Ahok.
Novizal pun menjadi pejabat eselon II pertama yang mengundurkan diri, disusul oleh mantan Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan, mantan Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Haris Pindratno, mantan Kepala Dinas Tata Air Tri Djoko Sri Margianto, dan terakhur Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. (sumber: kompas.com)
“AHOK Pecat pejabat DKI demi membela seorang nenek”
Kuangkat secangkir kopi buatmu pak Ahok...
Mengharukan, Demi Seorang Nenek Mendapatkan Rumah Susun, Ahok Relah Pecat Pejabat Reviewed by DarkNet on Senin, April 10, 2017 Rating: 5 AHOK Pecat Pejabat DKI – Ini adalah sepenggal kisah tentang AHOK yang berani memecat pajabat DKI demi membela warganya. Beberapa pejab...

Label:

Reaksi:

loading...
[Ahok][carousel1]

Tidak ada komentar: