Maskapai United Menyesal Tidak Akan lagi Keluarkan Penumpang Demi Stafnya - Markibong

Breaking

Senin, 17 April 2017

Maskapai United Menyesal Tidak Akan lagi Keluarkan Penumpang Demi Stafnya

United Airlines mengubah kebijakan memberikankan kursi di menit terakhir pada stafnya saat penerbangan penuh setelah kemarahan global akibat seorang penumpang diseret paksa.
Maskapai ini mengatakan bahwa dalam penerbangan-penerbangan mendatang, kursi untuk staf maskapai akan dialokasikan setidaknya satu jam sebelum keberangkatan.
Seorang penumpang, Dr David Dao kehilangan dua gigi depan dan menderita patah hidung ketika dikeluarkan paksa dari penerbangan hari Minggu lalu.
Rekaman video insiden yang melibatkan Dr Dao ditonton oleh jutaan orang, menyebabkan kemarahan dan kecaman luas terhadap maskapai itu.
Putrinya, Crystal Dao Lada, kemudian mengatakan dalam jumpa pers di Chicago bahwa keluarga mereka 'muak' dengan kejadian itu.
Aparat mengeluarkan paksa Dr Dao dari penerbangan Chicago-Louisville, Kentucky, karena maskapai membutuhkan empat kursi bagi awaknya di penerbangan yang penuh penumpang itu.
Tiga penumpang bersedia memberikan kursi secara sukarela, namun Dokter Dao, warga Vietnam-Amerika berusia 69 tahun, menolak dengan alasan harus menemui pasien keesokan harinya. Dia kemudian diseret oleh para petugas menyusuri lorong pesawat, dan menjerit-jerit.
Pengacaranya kemudian mengatakan bahwa Dr Dao menderita pengalaman 'lebih mengerikan dibanding apa yang ia alami ketika meninggalkan Vietnam.'
Peristiwa itu menyebabkan demonstrasi di Bandara Internasional O'Hare, Chicago dan menjadi bencana hubungan masyarakat bagi United Airlines.

Pemimpin gerakan hak-hak cipil Pendeta Jesse Jackson memimpin aksi unjuk rasa di bandara Chicago.Hak atas foto
Image captionPemimpin gerakan hak-hak sipil Pendeta Jesse Jackson memimpin aksi unjuk rasa di bandara Chicago.
Situasi makin memburuk ketika kepala eksekutif maskapai, Oscar Munoz, dalam pernyataannya tidak menyebutkan terjadinya penggunaan kekerasan.
"Ini merupakan peristiwa menjengkelkan untuk kita semua di maskapai ini. Saya minta maaf karena harus mengakomodasi-ulang penumpang ini," katanya dalam sebuah pernyataan.
Dia juga mengatakan bahwa Dr Dao 'mengganggu dan melawan' dalam kejadian itu.
Beberapa hari kemudian Munoz, yang dituntut untuk mengundurkan diri melalui suatu petisi online yang telah mengumpulkan ribuan tanda tangan, mengatakan ia merasa 'malu dan aib' dan berikrar bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi.
Maskapai ini menawarkan kompensasi kepada semua pelanggan yang terbang dengan pesawat hari Minggu pekan lalu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...